Connect with us

News

Hapus Stigma Terabaikan, Yayasan Yagama Berbuka Bersama Dengan OPD dan Masyarakat.

Published

on

Hapus Stigma Terabaikan, Yayasan Yagama Berbuka Bersama Dengan OPD dan Masyarakat.

RASI FM – Yayasan Yagama Kabupaten Magetan yang mewadahi puluhan anak anak dengan kebutuhan khusus menggelar buka bersama dengan sejumlah OPD dan masyarakat di Pendopo Surya Graha. Ketua Yayasan Yagama Nindy Taulia Candra mengatakan, kegiatan buka bersama yang dilakukan di Pendopo Surya Graha untuk menjalin silaturahim antara orang tua anak berkebutuhan khusus untuk saling menguatkan mereka dalam merawat anak anak yang berkebutuhan khusus.

“Yang diharapkan adalah silaturahimnya karena keterbatasan anak anak dan orangtua, ini momen yang pas untuk silaturohim dan siraman rohani agar lebih kuat lagi bahwa ini bukan ujian tetapi percaya kepada Tuhan bahwa kita adalah orang hebat,’ ujarnya.

Baca Juga:  Lebih Dari 56.000 Warga Magetan Dipastikan Terima Bantuan Pangan Beras Miskin Ekstrem 10 Kilogram Dari Pemerintah

Nindy menambahkan, hadirnya sejumlah pejabat OPD dimaksudkan untuk turut memberikan support kepada anak berkebutuhan khusus terkait kesehatan, gizi serta kebutuhan pendidikan mereka. Buka bersama juga dimaksudkan untuk edukasi kepada orang tua terkait bagaimana merawat anak berkebutuhan khusus serta bagaimana pencegahan terhadap balita agar tidak stunting sebagai factor penyebab dari anak berkebutuhan khusus.

“Senengnya banyak temennya ternyata kita tidak sendiri. Ternyata ada OPD yang mau dengerin kita, seneng rasanya kalau dulu rasanya kita tidak ada yang memperhatikan,” katanya.

Baca Juga:  Satgas TMMD ke-126 Kodim 0804/Magetan Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba di Desa Kembangan

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan Suwata mengapresiasi kegiatan berbuka bersama yang dilakukan oleh Yayasan Yagama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus. Pemerintah Magetan menurutnya mendukung kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus dengan adanya sekitar 86 sekolah inklusi di tingkat TK,SD dan SMP.

”Pada anak anak yang berkebutuhan khusus itu hanya sama. Kita ada sekolah regular inklusi TK, SD, SMP. Kita harapkan tidak ada anak yang berkebutuhan khusus yang tidak sekolah, kita akan tampung di sekolah inklusi,” ujarnya.

Baca Juga:  Saluran Irigasi Di Desa Dadi Jebol, 15 Rumah Warga Terdampak Banjir Belasan Sambungan Pipa Air 4 Desa Terdampak.

Pembina Yayasan Yagama Titik Suprawoto mengatakan, dibutuhkan dukungan dari semua pihak bagi anak berkebutuhan khusus untuk bisa berkembang agar bisa mandiri dan meraih prestasi. Sejumlah anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Magetan menurutnya sudah bisa berbicara ditingkat nasional maupun di tingkat asia, hal tersebut membutuhkan dukungan semua pihak.

“Terimakasih semua donatur semoga semakin banyak lagi yang akan membersamai kita di Kabupaten Magetan,” katanya. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM