RASI FM – Setelah dinyatakan hilang di hutan desa saat ikut mencari empon empon ibu dan neneknya sejak Hari Jumat (9/5), jenazah Ilut Apriliani (15), warga Desa Lembeyan Wetan, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur di temukan di aliran Bengawan Solo masuk Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro pada Minggu (11/5) sekitar pukul 24:00 WIB. “Kita jemput jenazah ke Bojonegoro sekitar pukul 22:00 WIB dan sampai di rumah duka sekitar pukul 03:00 WIB. Setelah disholatkan langsung dikebumikan,” ujar Setyo Budi Hariyanto relawan 24 jam Kabupaten Magetan yang melakukan penjemputan Senin (12/5/2025).
Sementara Kapolsek Lembeyan AKP Sunarto mengatakan, dari pihak keluarga sempat memastikan bahwa penemuan jenazah di aliran Bengawan Solo adalah Ilut Apriliani. “Awalnya info tersebut belum pasti identitasnya, kemudian kami membujuk pihak keluarga untuk ke Bojonegoro mengecek ciri jenazah tersebut. Selanjutnya pihak keluarga dan Pemdes menuju lokasi di Bojonegoro untuk memastikan,” katanya.
Sunarto menambahkan, upaya pencarian Ilut masih dilakukan di sekitar hutan desa Lembeyan Timur tempat terakhir kali saksi melihat korban. Tim pencarian korban kemudian mendapat informasi adanya temuan mayat tanpa identitas di aliran Bengawan Solo oleh tim BPBD Bojonegoro pada pukul 15.00 WIB. “Pihak keluarga mengenali mayat tersebut adalah Ilut dari cirinya. Informasi korban hilang di Lembeyan positif ditemukan di Begawan Solo oleh BPBD Bojonegoro,” ucapnya.
Sebelumnya seorang anak berkebutuhan khusus Ilut Apriliani (15), warga Desa Lembeyan Wetan, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, dilaporkan hilang di hutan sekitar desa setempat sejak Jumat (9/5) sore. Kapolsek Lembeyan AKP Sunarto mengatakan, awal mula hilangnya Ilut Apriliani berawal saat korban menyusul ibu dan neneknya yang mencari empon empon di hutan sekitar desa setelah pulang dan makan siang bersama bapak dan adiknya. Pagi hari korban berasama bapak dan adiknya juga turut ke hutan membantu mencari empon empon, namun karena adiknya lapar Ilut ikut pulang bersama bapak dan adiknya. Setelah makan Ilut berangkat menyusul kembali ke hutan, namun saat bapak dan adiknya sampai di hutan mereka tak menemukan korban bersama ibu dan nenek mereka. (DmS)