RASI MEDIA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Baron di Kabupaten Magetan dihentikan sementara karena anggaran yang belum cair. Penghentian layanan tersebut berdampak langsung pada siswa sekolah dasar yang selama ini menerima menu MBG setiap pagi.
Pantauan di SDN Baron 2, Senin (2/2/2026), sejumlah siswa terlihat membawa dan menyantap bekal dari rumah. Aliva, siswi kelas 1 SDN Baron 2, tampak asyik menyantap nasi goreng yang dibawanya sendiri. Ia mengaku tidak menerima menu MBG karena pengiriman dari SPPG Baron dihentikan. “Menunya nasi goreng sama telur. Yang masakin emak. Hari ini nggak ada MBG,” ujar Aliva polos di sekolahnya.
Hal serupa disampaikan Aditya, siswa lain di sekolah tersebut. Ia mengaku membawa bekal sendiri karena tidak mendapat kiriman MBG. Aditya juga mengatakan hari ini tidak mengonsumsi buah seperti biasanya.”Saya suka buah. Biasanya ada anggur, apel, pisang. Kalau sayurnya saya suka wortel. Hari ini makan nasi sama telur sama mie, bawa dari rumah, tadi dibuatkan ibu,” katanya sambil menyuap telur.
Sementara itu, Kepala SDN Baron 2, Anjar Rokhani, mengaku menerima pemberitahuan dari pihak SPPG Baron pada Minggu (1/2/2026) bahwa layanan MBG dihentikan sementara. SPPG Baron diketahui berjarak sekitar 30 meter dari sekolah.
Menindaklanjuti informasi tersebut, pihak sekolah segera menyampaikan pemberitahuan kepada orang tua siswa agar membekali anak-anak mereka dengan makanan dari rumah.“Karena pulangnya siang, kami beritahu orang tua untuk membawakan bekal kepada siswa. Biasanya kami menerima MBG pukul 07.30 WIB, jadi ada yang dibawakan dari rumah dan ada juga yang diantar ke sekolah saat jam istirahat,” imbuh Anjar.
Di sisi lain, Kepala SPPG Baron enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait pemadaman sementara layanan MBG. Ia hanya menyampaikan bahwa pada hari itu tidak ada karyawan yang masuk bekerja.”Saya cuci piring sendiri karena tidak ada karyawan yang masuk. Kalau masalah operasional, tanya BGN ya,” katanya singkat.
Informasi yang diterima sejumlah orang tua siswa menyebutkan, layanan MBG di SPPG Baron dihentikan sementara karena belum adanya transfer anggaran dari pemerintah. Hal tersebut tertuang dalam pesan notifikasi yang beredar di kalangan wali murid.
Dalam pesan tersebut dijelaskan bahwa operasional SPPG Baron terpaksa dihentikan sementara menunggu kejelasan pencairan dana bantuan pemerintah untuk program MBG.“Sehubungan dengan belum transfernya dana bantuan pemerintah untuk program MBG ke SPPG Baron, maka dengan berat hati operasional SPPG Baron akan dihentikan sementara sampai ada keterangan lebih lanjut. Kami sudah mengusahakan pelaporan ke wilayah BGN untuk dipertahankan ke pusat BGN, namun proses birokrasi tidak dapat diprediksi,” demikian isi permintaan tersebut.