RASI FM – Yayasan DBuku Bhakti Bangsa menggelar kegiatan festival sastra Iman Budi Santosa Mas Iman Kundur di halaman perpustakaan milik mereka yang berada di Jl Kenongo no 27 Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Pendiri perpustakaan DBuku Diana Amalia Verawatiningsih atau biasa dipanggil Sasa mengatakan, kegiatan Festival Sastra yang digelar dengan melaksanakan workshop penulisan, peluncuran buku dan parade sastra dilaksanakan untuk mengajak masyarakat mengenal penulis Iman Budhi Santosa yang merupakan tokoh sastrawan yang lahir di Kabupaten Magetan.
Meski lahir di Kabupaten Magetan, namun masih banyak warga Magetan yang belum tahu sosok satrawan yang telah menulis ratusan judul buku tersebut. Dalam kegiatan tersebut DBuku juga meluncurkan buku karya almarhum Iman Budhi Santosa yang wafat tahun 2020 berjudul Magetan : Bumi Kelahiran dimana di dalam buku tersebut Iman Budhi Santosa menceritakan masa kecil hingga muda di Kabupaten Magetan sebagai tanah kelahirannya.
“Mas Imam di dunia sastra sudah suhu seperti Landu Paranggi, Dopin, ternyata orang Magetan. Saya langsung kepikiran ini bisa diangkat sebagai ikon dunia sastra, karena beliau lahir di Magetan berproses awal dan besar di Magetan. Saya rasa masyarakat Magetan perlu mengetahui bahwa dari Magetan ada satrawan yang diperhitungkan di dunia sastra,” ujarnya.
Sementara ketua panitia kegiatan festival sastra Iman Budhi Santosa, mas iman kundur Luky Setyo Herman mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Direktorat Pendidikan , Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi merupakan rangkaian dari menggeliatkan literasi dan penulisan sastra di Kabupaten Magetan. Iman Budhi santosa selaku sastrawan yang cukup berpengaruh diharapkan menjadi ikon untuk perkembangan penulisan satstra di Magetan.
Melalui peluncuran Buku karya Iman Santosa dengan judul Magetan : bumi kelahiran merupakan satu dari trilogy buku yang akan di luncurkan berseri tersebut diharapkan di Kabupaten Magetan akan kembali lahir satrawan sekelas Iman Budi Santosa.
“Buku ini bagian dari trilogy perjalanan Iman Budi Santosa yang menceritakan masa kecil masa kelahiran beliau, setelah itu perjalanan beliau. Kota Magetan adalah kota bersejarah bagi beliau dimana beliau pondasinya sebelum menjadi orang besar ada di Magetan. Hal kecil yang membentuk beliau sebelum menjadi orang besar itu prosesnya ada di Magetan,” katanya.
Kegiatan festival Budaya di perpusatakaan dbuku dihadiri oleh banyak satrawan dari Madiun, Yogyakarta, Sleman, Bantul, Magelang, Gunung Kidul, Sumenep serta dari Kabupaten Magetan. (DmS)