RASI FM – Yayasan Yagama memiliki cara berbeda untuk mengikis rasa malu dari orang tua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus karena minimnya pemahaman masyarakat terhadp kondisi mereka. Yagama memiliki kegiatan anjang sana yang dilaksanakan setiap akhir pekan pertama dan akhir pekan ke 3 dengan melakukan pemetaan kondisi dan kebutuhan orang tua dan anak yang berkebutuhan khusus.
Ketua Yayasan Yagama Nindita Olivia Ayu Candra mengatakan, kegiata anjang sana dimanfatakan untuk parenting kepada orang tua bahwa mereka tidak sendirian memiliki anak berkebutuhan khusus, melalui parenting yang diberikan selain menguatkan orang tua, juga untuk memberikan edukasi terhadap akses layanan kesehatan bagi anak berkebutuhan khusus, cara merawat anak berkebutuhan khusus serta bagaimana mengajak anak mereka untuk bersosialisasi.
”Anjang sana ini biasanya kami didampingi oleh Dinas sosial atau TKSK, dan Resksos kami juga ada tenaga medis dari pediatri fisioterapi, jadi kita berkunjung sekaligus asesmen melihat keadaannya anak anak juga memberikan parenting penguatan kepada orang tuanya bahwa mereka tidak sendiri tapi kita ini komunitas orang tua yang sama dengan anak yang sama. Jadi program utama kita itu parenting,” ujarnya.
Dita menambahkan, selama ini banyak dari orang tua dengan anak berkebutuhan khusus memilih menyembunyikan keberadan anak mereka karena pemahaman masyarakat yang masih memandang sebelah mata keberadaan anak berkebutuhan khusus. Melalui kegiatan anjang sana Yagama mengajak orang tua anak berkebutuhan khusus untuk memberikan hak mereka terkait pendidikan, hak bersosialisasi serta hak untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Sejauh ini banyak kasus yang mereka kurang faham kebutuhan anaknya. Ada yang belum terapi, perawatan juga sebisa mereka. Akhirnya dengan anjang sana ini kita mengajak terapi ini dan itu, Ada beberapa orang tua baru faham apa yang anak mereka butuhan. Ada yang terapi tapi dihentikan kita dorong untuk terapi lagi karena kebutuhan primer mereka adalah terapi baik terapi fisioterapi, terapi wicara maupuan okupasi terapi,” imbuhnya.
Yayasan Yagama saat ini memiliki sekitar 200 anggota dimana di Kebupaten Magetan sendiri tercatat ada 4.000 orang dengan berkebutuhan khusus. Melalui kegiatan edukasi yang dilakukan , Yagama berharap orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus memiliki pemahaman kewajiban dan hak anak berkebutuhan khusus sehingga kehidupan mereka akan lebih baik. Selain melakukan edukasi Yayasan Yagama juga menyalurkan bantuan kebutuhan gizi dan kebutuhan pendamping lainnya seperti pampers dan lain sebagainya. Yagama juga melakukan pendataan dari riwayat kebutuhan khusus dan upaya akses layanan kesehatan serta memberikan bantuan bagi orang tua yang membutuhkan layanan bantuan pemerintah daerah.
“Pengalaman paling unik saat berkujung kita tanya makan apa, ternyata cuma dikasih air gula. Ternyata permasalahannya banyak sekali dari biaya BPJS mandiri belum bisa memberikan nutrisi anaknya secara rutin serta kemana untuk bisa melakukan terapi,” ucapnya.(DmS)