Kesehatan & OlahRaga
2.000 Lebih Pesepeda Disuguhi Pemandangan Hutan dan Persawahan yang Indah di MTB Jambore Lawu Series, Sumbang Perputaran Ekonomi Lebih dari Rp 3 Miliar.
Published
4 minggu agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Lebih dari 2.000 pesepeda dari dari Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali mengikuti kegiatan MTB Jambore Lawu Series yang diselenggarakan di kaki Gunung Lawu Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ketua MTB Jambore 2026 Agus Supriyadi mengatakan, seri keempat Jambore MTB Indonesia mengambil rute yang lebih mengedepankan pengalaman menyusuri rute turunan 80 persen dengan pemandanganyang indah. Start MTB Jambore Lawu Series 2026 di Cemoro Sewu dan Finish di Kebun Bunga Refugia . Panitia memilih jalur tersebut karena aksesnya mudah, aman, dan memiliki daya tarik wisata yang kuat. “Cemoro Sewu dan Sarangan sudah melegenda. Track-nya bagus, mudah dijangkau dari Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Dari tol hanya sekitar 40 menit sudah sampai. Kami ingin peserta yang belum pernah ke Sarangan tertarik datang ke Magetan,” ujarnya ditemui di Cemoro Sewu Minggu (8/2/2026).
Agus menambahkan, rute yang dipilih memang rute menyenangkan untuk mengenalkan destinasi wisata dalam rangka mengenalkan olah raga sepeda gunung. Kegiatan MTB jambore di Gunung Lawu juga diharapkan akan menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Magetan. “ Selain lebih mengenalkan sarangan dari keindahan alamnya kita juga membantu perekonomian di destinasi wisata. Perputaran uang dari kegiatan ini sekitar Rp 3 miliar lebih,” imbuhnya.
Peserta terjauh Mugiono dari Kota Medan mengaku rela melakukan perjalan marathon dari Medan untuk bisa mengikuti kegiatan jambore MTB Indonesia seri keempat bertajuk MT. Lawu Series. Dia mengaku butuh satu hari satu malam untuk sampai di kaki gunung Lawu, lokasi start MTB Jambore. “ Medan – Jakarta naik pesawat baru perjalanan darat dari Jakarta ke Solo naik kereta api. Di Solo kita sewa kebutuhan sepeda sampai mobil hingga sopir dan sempat menginap semalam disini,” katanya.
Mugiono mengaku jauh dari Medan upayanya terbayar dari jalur lomba di kaki Gunung Lawu yang merupakan kombinasi antara hutan dengan pemandangan persawahan yang cukup menantang. “ Terbayar dengan track yang menantang perpaduan hutan dan sawah yang cukup indah, tapi cuaca disini cukup adem. Untuk biaya lumayan besar, tapi dengan pengalaman jalur seperti ini cukup menyenangkan yangpenting bisa bertemu dengan pesepeda dari seluruh nusantara,” katanya.
670 total views, 3 views today
You may like

Diguyur Hujan Deras, Tebing 8 Meter Akses Desa Baosan Lor–Baosan Kidul di Ngrayun Ponorogo Longsor.

PSMTI Kabupaten Magetan Gelar Perayaan Imlek Secara Sederhana, Tekankan Pererat Tali Silaturahmi dan Ajak Warga Tionghoa Berperan Melalui Kegiatan Sosial

Cuaca Membaik, Pos Cemoro Sewu Pastikan Buka Kembali Jalur Pendakian Tektok.

Belasan Tahun Dipasung di Balik Jeruji, Dua ODGJ Ponorogo Dievakuasi ke RS Menur

Anggaran Belum Cair, SPPG Baron Hentikan Pengiriman Makan Bergizi Gratis di Sejumlah Sekolah.

Kominfo Magetan Paparkan Pelaksanaan e-Voting Kades, Pemkab Banyuwangi Lakukan Studi Tiru Untuk Pilkades 2027 .


