RASI MAGETAN – Kegiatan Bhakti Sosial Gerakan Mata Sehat Klinik Mata EDC di Pendopo Surya Graha hanya diikuti oleh beberapa gelintir warga yang mengalami gangguan penglihatan mata. Dokter mata yang akan melakukan pemeriksaan mata juga terlambat sehingga sejumlah peserta harus menunggu di pendopo Surya Graha tempat kegiatan.
Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti tersebut diikuti kurang dari 30 peserta yang akan menjalani operasi gangguan penglihatan katarak. Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengatakan, kegiatan Bhakti Sosial Gerakan Mata Sehat Klinik Mata EDC tidak hanya berupa pemeriksaan, tetapi juga dilanjutkan dengan operasi katarak dan pterigium atau pertumbuhan jinak berupa selaput berbentuk sayap yang tumbuh dari selaput bening mata dan meluas ke kornea atau bagian depan mata yang bening. “Screening atau pemeriksaan awal telah dilakukan di 11 puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Magetan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, warga yang terdeteksi mengalami gangguan penglihatan akan dijadwalkan menjalani operasi di Klinik Mata EDC Magetan,” ujarnya.
Sementara Direktur Umum Keuangan dan Investasi EDC Grob Dian Angraini Wika Morris mengatakan, kegiatan Bhakti Sosial Gerakan Mata Sehat Klinik Mata EDC untuk memperingati HUT Kabupaten Magetan ke 350 tahun dimana pihaknya sudah melakukan screening sejak 9 September lalu di 11 puskesmas yang ada. Dari total sekitar 800 warga yang diperiksa, hanya 50 orang yang akan mendapat layanan operasi katarak maupun pterigium. “Kami telah melakukan screening di 22 puskesmas sejak 9 September. Total peserta hampir 800 orang, dan lebih dari 50 di antaranya membutuhkan tindakan operasi. Walaupun kuota kami 50 pasien, tapi kalau lebih tetap kami layani. Ini bagian dari dukungan kami terhadap pemerintah Magetan untuk memberantas kebutaan akibat katarak.”katanya.
Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar warga yang mengikuti kegiatan mengalami gangguan penglihatan karena usia lanjut, faktor lingkungan. Gangguan yang banyak ditemukan pada anak-anak adalah gangguan refraksi, seperti sulit melihat jarak dekat maupun jauh yang sering kali berujung pada kebutuhan memakai kacamata yang disebabkan salah satunya adalah kebiasaan penggunaan gawai yang berlebihan. “Gangguan penglihatan banyak disebabkan oleh faktor usia dan lingkungan. Tapi pada anak-anak, sering juga karena penggunaan gadget yang berlebihan. Karena itu, kami juga melakukan edukasi ke sekolah-sekolah untuk pencegahan dini.” Kata Dian.
Terkait minimnya peserta dalam kegiatan Bhakti Sosial Gerakan Mata Sehat Klinik Mata EDC menurut Dian dikarenakan hanya warga yang akan menjalani operasi yang diundang ke pendopo Surya Graha. Mereka nantinya kan menjalani oeprasi katarak di Klinik EDC. (DmS)