Connect with us

News

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid: Bagian dari Perjuangan Almarhum Prof. KH Amal Fathullah Zarkasyi. Lulusan Pesantren Bisa Melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Published

on

Keluarga Melepas Kepergian Prof. KH Amal Fathullah Zarkasyi, MA, Almarhum Punya Andil Besar Lahirnya Undang-Undang Pesantren.

 

RASI MEDIA  –  Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Prof. KH Amal Fathullah Zarkasyi, MA, pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Kepergian almarhum menurutnya menjadi kehilangan besar tidak hanya bagi keluarga besar Gontor, tetapi juga bagi dunia pesantren dan bangsa Indonesia. Dia mengatakan, dirinya datang sebagai murid, sesama alumni, pimpinan sekaligus di Badan Wakaf Gontor. Ia menilai almarhum sebagai sosok yang menjadi teladan pengabdian total dalam mengemban amanah pesantren,  maupun Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.“Beliau adalah sosok keteladanan bagi seluruh warga bangsa. Dari pesantren, ia menghadirkan sosok yang maksimal memperjuangkan idealisme untuk kepentingan pendidikan, bangsa, dan negara,” ujarnya di pemakaman keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor Minggu (4/1/2025).

Baca Juga:  Manfaatkan Potensi, Dosen IPB Latih Peternak Desa Duwet Lakukan Pembuatan Pupuk Organik Kohe Kambing.

Menurutnya, Prof. KH Amal Fathullah Zarkasyi, MA mampu menyatukan seluruh potensi pesantren dan umat di tengah kekhawatiran banyak pihak terhadap perpecahan dan ketidaktulusan dalam pengabdian. Almarhum, kata dia, menunjukkan bagaimana aturan dapat diperjuangkan secara konsisten hingga menghadirkan kemaslahatan, salah satunya melalui pengakuan negara terhadap pesantren.

Hidayat Nur Wahid mengungkapkan bahwa ia menyaksikan langsung perjuangan almarhum dalam menghimpun pesantren dan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk DPR RI. Upaya kolaboratif itu akhirnya membuahkan hasil dengan lahirnya regulasi yang mengakui pesantren secara resmi oleh negara. “Sekarang lulusan pesantren mendapatkan pengakuan penuh. Mereka bisa melanjutkan ke perguruan tinggi mana pun dan jurusan apa pun. Itu bagian dari perjuangan beliau bersama para kiai lainnya, dan beliau berada di garis depan,” tegasnya.

Baca Juga:  Duta Lalu Lintas Polres Magetan Raih Juara III Tingkat Polda Jatim 2025

Ia juga menggambarkan karakter almarhum yang rendah hati dan dekat dengan umat. Meski memiliki ketokohan besar, Prof. KH Amal Fathullah Zarkasyi, MA tidak membangun jarak dengan junior maupun masyarakat. Ia terbiasa berdialog, meminta masukan, memberi nasehat, bahkan bersedia mengoreksi pendapatnya jika ditemukan pandangan yang lebih tepat.“Keteladanan ini sangat langka di tengah kondisi ketika banyak orang enggan mendengar pendapat orang lain,” kata Hidayat.

Baca Juga:  Terkendala SDM, KB Vasektomi di Magetan Minim Akseptor.

Lebih lanjut, Hidayat Nur Wahid menilai Pondok Modern Darussalam Gontor kembali membuktikan kekuatan kaderisasi kepemimpinan. “Regenerasi berjalan baik, kepemimpinan berganti, tetapi Gontor tetap berdiri kokoh tanpa konflik dan terus melahirkan pemimpin berkualitas. Inilah keteladanan penting bagi bangsa,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Hidayat Nur Wahid menyampaikan doa dan penghormatan terakhir.“Kita ucapkan selamat jalan Prof. KH Amal Fathullah Zarkasyi, MA.Semoga Allah melimpahkan segala kebaikan untuk beliau,” pungkasnya.

 664 total views,  9 views today