RASI FM – Aki yang digunakan sebagai sumber daya Early Warning System (EWS) bencana tanah longsor di Tugunongko Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur hilang dicuri orang yang tidak bertanggung jawab. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Ponorogo Marsanto mengatakan, satu dari 22 EWS untuk memantau tanah longsor diketahui tidak berfungsi karena akinya hilang. “Aki nya kan dicuri orang. Jadi untuk peralatan EWSnya saat ini diamankan di balai desa,” ujarnya melalui pesan singkat Rabu (6/11/2024).
Dari 14 EWS tanah longsor yang terpasang, 6 EWS di Desa Bekiring Kecamatan Puling 1 unit, di Desa Tugurejo Kecamatan Slahung 2 unit dan 2 titik di Desa Tempuran Kecamatan Sawoo yang dipasang oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada awal September 2024 lalu kondisinya masih sangat baik. “Untuk EWS yang baru dipasang oleh PVMBG beberapa waktu lalu kami pastikan semua masih aman kecuali yang akinya hilang,” imbuh Marsanto.
Marsanto menambahkan, dari 22 EWS yang terpasang di Ponorogo ada 6 EWS yang terpasang untuk memantau kondisi banjir, 2 titik EWS untuk memantau gempa bumi dan 14 titik EWS adalah untuk memantau tanah longsor. “Kami sudah cek 22 EWS yang ada di Ponorogo, selain 1 EWS longsor yang hilang akinya 3 EWS banjir juga perlu perbaikan,” imbuhnya.
Ketiga EWS banjir yang terpasang di Kelurahan Brotonegaran di Sungai Tempuran, Desa Ngampel di Sungai Ngrenteng dan Desa Jabung di Sungai Gendol kondisinya mengalami permasalahan di aki yang tidak mampu kerusakan karena tidak bisa menghasilkan bunyi peringatan bahaya atau bunyi alarm. “Kami cek dengan rekanan, aki nya ada tetapi untuk menghasilkan bunyi peringatan sangat berat. Kami akan perbaiki dalam waktu dekat,” ucapnya. (DmS)