Connect with us

News

Staf Desa di Magetan yang Gajinya Raib Harus Menunggu 35 Hari Kedepan Untuk Mengetahui Nasib Uangnya.

Published

on

Staf Desa di Magetan yang Gajinya Raib Harus Menunggu 35 Hari Kedepan Untuk Mengetahui Nasib Uangnya.

RASI FM – Sudarmin Staf Desa Gebyog, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mendatangi Bank Jatim yang berada di Kecamatan Maospati untuk menanyakan nasib gajinya sebesar Rp 2 juta yang tiba tiba raib pada tanggal 21 Maret 2025 saat akan ditarik melalui agen Brilink di desanya. Dia mengaku gaji tersebut akan digunakan untuk memupuk tanaman padi miliknya. “Sudah waktunya mupuk padi, tapi uangnya tidak bisa ditarik. Terpaksa nyari uang untuk mupuk. Kalau uangnya bisa ditarik ya bisa untuk mengembalikan,” ujarnya ditemui di Bank Jatim unit Kecamatan Maospati Rabu (11/5/20250.

Sudarmin mengaku sebelumnya sudah menanyakan ke Bank Jatim setelah Idul Fitri 2025 kemarin, namun hasilnya hingga saat ini belum diketahui. “Habis lebaran kemarin, tapi katanya dari Bank Jatim sudah berhasil. Tapi di Brilink itu tidak ada uangnya,” imbuhnya.

Sementara Costumer Service Bank Jatim Nabila mengatakan, dari hasil pelacakan transaksi yang tercatat di buku tabungan Sudarmin diketahui menarik uangnya di agen Brilink di desanya namun gagal meski dari hasil pelacakan transaksi di Bank Jatim transaksi tersebut tercatat berhasil. Dari laporan Bank BRI juga tercatat transaksi tersebut berhasil dilakukan, namun di agen Brilink, menyatakan jika tidak ada uang Rp 2 juta di rekening Sudarmin. Pihaknya juga sudah melaporkan kegagalan nasabahnya atas nama Sudarmin yang gagal menarik uangnya melalui agen Brilink. ”Sudah saya laporkan bulan April ternyata dari pusat mengajukan di divisi operasi. Dari divisi operasi itu melanjutkan ke Bank BRI nya. Kata di Bank BRI nya itu transaksinya sukses. Jadi yang di Brilink itu harusnya sukses, cuma di pintagnya BRI itu tulisannya gagal. Nah Brilinknya itu seharusnya mengembalikan uang bapaknya sebesar 2 juta itu, tapi bapaknya tanya ke agennya notasinya tidak ada uangnya,” katanya.

Baca Juga:  Kades Motivasi Lebih Baik Tidak Membangun Daripada Rakyat Sakit, Penerima BLT DD Hanya 18 Warga.

Terkait laporan Sudarmin yang kedua kalinya karena belum ada kejelasan nasib uang gajinya yang Rp 2 juta rupiah tersebut, Nabila mengaku kembali melaporkan ke kantor pusat dengan menyertakan bukti print dari transaksi agen Brilink. “Untuk kasus ini menunggunya 14 hari kerja di divisi pelayanan. Kalau di divisi pelayanan belum ada konfirmasi juga, saya akan menanyakan lagi adminnya disana, biasanya dilanjutkan ke divisi operasi. Untuk menunggu divisi operasi itu 20 hari kerja,” ucapnya.

Baca Juga:  Peringati Milad ke 9, Pesantren Al Jahra Gelar Sarasehan dan Dialog Kebangsaan.

Sebelumnya Sudarmin Staf Desa Gebyog, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengaku gaji Bulan Maret 2025 yang diterima tanggal 20 sebesar Rp 2.025.933,00 tiba tiba saja raib dari tabungan. Dia mengaku pada tanggal 21 Maret 2025 sore saat akan menarik gajinya tersebut melalui agen BRI link yang berada tak jauh dari balai desa tempatnya bekerja, namun uang di tabungannya sudah tidak ada. “Tanggal 20 itu ada masuk Rp 2 juta lebih, tanggal 21 sore saya mau ambil sudah tidak ada,” ujarnya ditemui di balai Desa Gebyog Selasa (10/6/2025).

Sudarmin mengaku bersama dengan Kepala Desa Gebyog sempat menanyakan gajinya yang tiba tiba raib di kantor bank jatim Maospati, namun dari keterangan petugas yang ditemui mengatakan jika uangnya telah tertransfer ke bank lain. “Katanya uangnya tertransfer ke bank lain, padahal saya merasa tidak melakukan transfer pada tanggal 21 tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga:  Ruang Perawatan RSUD Penuh, Pemkab Magetan Siapkan Ruang Perawatan di Wisma Karantina PMI

Andi pemilik agen BRI Link yang biasa digunakan Sudarmin mengambil gajinya mengaku pihaknya sempat tidak bisa melakukan cek nomor rekening dari Sudarmin dari pertengahan Bulan Maret hingga pertengahan Bulan April. Namun saat bisa mengakses rekening Sudarmin saldo di buku tabungan sudah tidak ada. “Waktu cek tanggal 21 tidak bisa. Saya nginfo ke teman dari pertengahn Maret hingga pertengahan April infonya BPD memang gangguan. Setelah bisa, saya cek saldo sudah tidak ada,” katanya.

Andi mengaku dari data print di buku tabungan Sudarmin ada transaksi melalui ATM bersama sebesar Rp 2 juta rupiah. Dia mengaku tidak tahu pasti uang tersebut ditransfer. “Kodenya 5007 itu kemungkinan menggunakan ATM bersama. Ada transaksi dana Rp 2 juta keluar,” ucapnya. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM