Connect with us

News

Rusak dan Berlubang, Warga Ponorogo Pilih Tanami Jalan Rusak dengan Pisang.

Published

on

 

RASI MEDIA  –  Warga  Desa Kaponan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menanami jalan penghubung antar Desa Mlarak hingga Desa Kaponan, dengan pohon pisang dan papaya sebagai protes atas kondisi jalan yang rusak. Jalan sepanjang 125 meter tersebut kondisinya licin dan berlubang beberapa tahun terakhir.“ Kami memnanaminya kemarin. Ini bentuk protes. Warga protes dengan kondisi jalan yang rusak tesebut. Pengennya segera diperbaiki,” ujar Prayoga salah satu warga yang menanam pisang di jalan rusak tersebut Senin (12/1/2026).

Seemntyara Semo warga Desa Kaponan lainnya mengaku mengaku warga harus berhati hati jika melintasi jalan tersebut karena kondisi jalan yang licin dan berlumpur ketika hujan mengguyur.  Jalan rusak tersebut juga  kerap memakan korban kecelakaan. Ia berharap dengan menanami pohon, pemerintah segera memberi perhatian dan respons.“ Kalau hujan licin sekali, sudah ada yang jatuh karena licin. Korbannya banyak, kalau yang jatuh bisa sampai sekitar 10 orang,” imbuhnya.

Baca Juga:  Satpol PP Magetan Akan Tingkatkan Pemahaman Pentingnya Berantas Peredaran Rokok Ilegal Kepada Masyarakat Melalui Sosialisasi dan Edukasi.

Sementara Kepala Desa Kaponan, Marwandi, mengatakan, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sejak dua hingga tiga tahun lalu. Namun, Pemdes Kaponan tidak bisa melakukan perbaikan permanen karena status jalan merupakan jalan kabupaten. Biasnya jalan rusak sepanjang 125 meter tersebut diuruk menjelang bulan puasa.  “Itu memang jalan poros desa, tapi itu jalan kabupaten. Yang bisa memperbaiki ya Pemkab. Desa tidak bisa berbuat banyak,” jelasnya.

Baca Juga:  Desa Taji Tanam 4.000 Avokado Untuk Ketahanan Pangan.

Pemdes Kaponan menurut Marwandi sudah menggelar rembukan bersama warga lain untuk membahas kondisi jalan tersebut. Warga menuntut dilakukan pengurukan lebih cepat dan tidak menunggu hingga bulan puasa. Dia mengkau pemdes akan  mengabulkan permintaan warga dengan menguruk jalan tersebut sebagai solusi jangka pendek.“ Warga menuntut ada pengurukan, kami urug ini untuk jangka pendeknya,” terangnya.

Baca Juga:  Destinasi Wisata Tetap Buka Saat Larangan Mudik, Bupati Magetan Himbau Warga Tetap di Rumah

Sementara untuk solusi jangka panjang, Pemdes Kaponan akan mengusulkan perbaikan jalan melalui musyawarah desa kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Ia mengaku jalan tersebut bukan satu-satunya akses antar desa, namun warga harus memutar sejauh sekitar tiga kilometer jika memilih jalur alternatif. “Kalau ingin lewat jalan bagus, warga harus memutar. Mutarnya sekitar tiga kilometer.  Kami minta perbaikan lanjutan. Kasihan juga kalau warga lewat sini licin, apalagi dekat dengan SDN 2 Kaponan,” pungkasnya.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM