RASI FM – Ratusan warga Desa Pojok Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur menggelar demo di depan Kantor Kecamatan Kawedanan dengan membawa payung yang biasa digunakan untuk menaungi kereta jenazah. Mereka menuntut Modin atau kasie pelayanan masyarakat di desa mereka untuk mundur karena tidak bisa memimpin berdoa dan mengurus jenazah.
“Kemarin saat ada masyarakat yang meninggal dia hanya memegang selimut, sementara yang mengurus jenazahnya itu temannya, ” ujar Pardi salah satu warga yang ikut demo Rabu (6/8/2023).
Agus warga lain juga mengaku jika Modin Boby yang menjabat 4 bulan terakhir juga tidak bisa membaca doa. “Jadi ada acara di desa kemarin dia membaca doa dengan membaca tulisan latin, bukan berdoa seperti modin biasanya. Doanya sempat berhenti cukup lama. Kita merasa aneh Modin kok tidak bisa berdoa,” katanya.
Wakil BPD Desa Pojok, Joyo yang menjadi perwakilan masyarakat saat demo ke Kantor Kecamatan juga menyayangkan waktu yang diberikan masyarakat selama 100 hari untuk Boby belajar terkait pelayanan kepada masyarakat seperti memimpin doa dan mengurus jenazah justru tidak dimanfaatkan.
“Dia menjabat sudah 4 bulan tapi sampai saat ini tidak bisa apa apa. Kasie pelayanan kan ya Modin, tugasnya ya memimpin doa, mengurus jenazah, ini malah tidak bisa apa apa. Kalau ada kematian dia malah hanya megang geber atau main HP, disuruh memimpin doa juga tidak bisa,” ujarnya.
Dari hasil kesepakatan perwakilan masyarakat dengan Kasie Pelayanan Masyarakat Desa Pojok Boby Amanda Arief Pamungkas (23) warga akhirnya setuju untuk memberikan waktu satu bulan kedepan agar modin belajar memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di depan ratusan masyarakat yang menggelar demo Modin Boby membacakan 5 tugas yang harus dipelajari selama satu bulan kedepan seperti merawat jenazah, memimpin jamaah yasin, menjadi imam dzikir widak, serta menghafal doa selamat dan doa sapu jagat. Jika selama satu bulan dia tidak bisa melaksanakan kesepakatan dengan warga maka dia mengaku akan mundur dari jabatan sebagai perangkat desa.
“Apabila saya tidak bisa menghafal atau menguasai hal hal tersebut saya dengan sukarela mengundurkan diri dari jabatan kasie pelayanan desa pojok,” kata Boby.
Ratusan masyarakat Desa Pojok yang mendatangi Kantopr Kecamatan Kawedanan akhirnya bubar setelah modin Boby membacakan kesepakatan dan akan sukarela mundur dari jabatan jika satu bulan kedepan tidak bisa memimpin doa dan mengurus jenazah warga. (DmS).