Connect with us

News

Ajak Jaga Kondusifitas, Bupati Magetan : Pemerintah Hadir Bukan untuk Menutup Telinga, Tetapi untuk Terus Belajar Demi Kebaikan.

Published

on

Ajak Jaga Kondusifitas, Bupati Magetan : Pemerintah Hadir Bukan untuk Menutup Telinga, Tetapi untuk Terus Belajar Demi Kebaikan.

RASI MAGETAN – Bupati Magetan, Jawa Timur Nanik Endang Rusminiarti, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Himbauan itu ia sampaikan dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus merespons dinamika sosial yang terjadi belakangan ini dengan mengajak seluruh elemen masyarakat serta pengemudi ojol di Magetan. Bupati Nanik menyampaikan rasa duka cita mendalam atas sejumlah insiden yang menimbulkan korban jiwa, termasuk almarhum Afan Murniaban. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. “Kami berdoa semoga semua yang terdampak mendapatkan kekuatan. Insiden ini harus menjadi pelajaran agar tidak berkepanjangan dan situasi bisa kembali tenang,” ujarnya di Pendopo Surya Graha Magetan Kamis (4/9/2025).

Baca Juga:  Sidak Gudang Gula di PG Poerwodadie, Ketua DPRD Magetan: Petani Menjerit untuk Biaya Tebang

Nanik Endang Rusminiarti menambahkan, suara rakyat merupakan bagian penting dari proses demokrasi. Menurutnya, kebebasan berdemokrasi harus berjalan sesuai undang-undang dan aturan yang berlaku. “Kritik, saran, dan masukan masyarakat selalu kami dengarkan. Pemerintah hadir bukan untuk menutup telinga, tetapi untuk terus belajar demi kebaikan dan kemajuan bersama,” imbuhnya.

Baca Juga:  Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Kabupaten Magetan Pastikan Penyaluran Bantuan Beras dari Badan Pangan Selesai Sebelum Lebaran.

Ia juga mengajak masyarakat Magetan untuk menghindari tindakan anarkis dan menjaga fasilitas umum. Dalam kesempatan yang sama, Bupati mengingatkan makna Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai teladan bagi umat. Rasulullah, katanya, menekankan pentingnya kedamaian, toleransi, kejujuran, dan semangat persaudaraan. “Fasilitas adalah milik bersama, dibangun untuk kepentingan rakyat. Menjaganya adalah wujud kedewasaan dalam berdemokrasi. Acara bersama ini menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT agar bangsa Indonesia, khususnya Kabupaten Magetan, selalu dalam keadaan aman, damai, dan sejahtera,” pungkasnya. (DmS)

Baca Juga:  Cerita Pelestari Bahasa Jawa Melalui Kegiatan Belajar Pranotocoro di Magetan

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM