Connect with us

Ekonomi&UMKM

Pengusaha Kuliner di Desa Kedung Panji Ini Sajikan Nasi Geprek Harga Goceng Dari Hasil Pertanian Yang Anjlog Dimasa Pandemi

Published

on

Pengusaha Kuliner di Desa Kedung Panji Ini Sajikan Nasi Geprek Harga Goceng Dari Hasil Pertanian Yang Anjlog Dimasa Pandemi

Rasi Fm – Potensi pangan dari petani di desa disaat pandemi banyak yang tak laku dijual karena pangsa pasar yang lesu. Harga bahan pangan dari petani juga anjlog karena pasar tak mampu menyerap akibat permintaan yang rendah. Disaat seperti itu, pengusaha kuliner di Desa Kedung Panji, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Anik Darwati mampu membaca peluang pasar untuk membantu pemasaran hasil petani. Melalui produk kuliner nasi geprek yang lagi booming dipasaran, pengusaha telur asin berbagai rasa ini mengemas kuliner yang lagi digandrungi masyarakat tersebut dengan harga murah, hanya 5 ribu rupiah. Dengan harga 5 ribu rupiah dia berharap masyarakat terdampak pandemic covid 19 mampu membeli produknya. Selain membantu petani dengan membeli hasil panen mereka, produk nasi geprek 5 ribu juga bisa membantu masyarakat terdampak covid 19 dengan mampu membeli pangan berkualitas berharga murah.
“Disini yang jadi kelebihannya kita akan bahan pokok kita kan memang di desa ya. Jadi untuk bahan pokok berasnya memang kita selisih sama yang di kotak itu kan. Nah dengan adanya selisih itu kita masih bisa berantem sama yang di kota kita masih bisa bersaing yang di kota itu. Kalau di kota beras kita anggap aja 9000 bahkan lebih kalau di desa nih masih masih terjangkau banget harga-harganya masih nutut angkat kalau untuk kerja KPP,” ujarnya .
Kegiatan menjual nasi geprek seharga Rp 5 ribu berawal di wabah pandemic ynng terjadi 2 tahun lalu dimana usahanya penjualan telur asin berbagai rasa mengalami penurunan penjualan. Didesanya yang juga merupakan sentra penghasil beras dan sayuran petani juga mengeluhkan hasil panen mereka yang tidak laku karena pandemic covid 19. Banyaknya warga yang terdampak covid 19 juga mengalami penurunan pendapatan membuat Anik Darwati mencoba mengkolaborasikan melimpahnya bahan baku pertanian dan juga ayam dari peternak menjadi kemasan ayam geprek harga murah. Saat ini setiap hari pemesannya mencapai 500 hingga 1.000 kemasan setiap hari.
“ Ini karena selama pandemi, selama pandemic telur (penjualan teur asin) kan turun itu, jadi kita melihat peluang apa yang sekiranya bisa yang di jalan masih bisa diterima sama masyarakat dengan nilai ekonomis yang sangat terjangkau sama masyarakat itu,” imbuhnya.
Murahnya harga ayam geprek buatan Anik Darwati memang tidak menghasilkan untung banyak karena tujuan awalnya adalah bagaimana bisa membantu petani dan warga terdampak covid 19 sehingga petani bisa menjual hasil panen mereka dan warga terdapak covid 19 bisa membeli produk bergizi dengan harga murah. Pemasaran ayam geprek Rp 5 ribu terbaik saat ini di Kabupaten Ponorogo dan Madiun. Omset penjualan ayam geprek 5 ribu biasanya akan meningkat di Hari Jumat hingga Hari Minggu karena banyak warga yang memesan untuk Jumat berkah dan penjualan di sejumlah destinasi wisata meningkat.. (DmS)

Baca Juga:  Pengusaha Telur Asin Asal Magetan Ini Berbagi Resep Agar Pembuat Telur Asin Bisa Bertahan Dimasa Pandemi.

 219 total views,  3 views today