Connect with us

News

Oksidator Karya Kades Taji Magetan Selangkah Lagi Kantongi Hak Paten

Published

on

Oksidator Karya Kades Taji Magetan Selangkah Lagi Kantongi Hak Paten

RASI MAGETAN – Inovasi pengelolaan sampah ramah lingkungan karya Kepala Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Sigit Supriyadi, kini tinggal selangkah lagi mendapat pengakuan resmi. Oksidator, alat pembakaran sampah tanpa bahan bakar fosil ciptaannya, sedang dalam proses pengurusan hak paten yang dibantu langsung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sigit mengungkapkan, pada Rabu (9/7) lalu ia diundang BRIN untuk memaparkan detail material pembuat oksidator. ”Dari hasil pemaparan di Kantor BRIN kemarin hak paten mesin oksodator tinggal selangkah lagi karena ada yang direvisi dan lain sebagainya ,” ujarnya.

Baca Juga:  22 Bidan PTT Sah Jadi PNS

Selain itu, BRIN juga menelusuri unsur material yang digunakan dalam oksidator, yang disebut-sebut berasal dari kerak bumi di jalur gunung berapi pada kedalaman lebih dari 3.500 meter. “Mereka menanyakan bahan-bahan yang mampu menahan suhu hingga 1.200 derajat Celsius. Dari hasil kajian mereka ada sejumlah bahan yang diambil dari kedalaman 3.500 meter didalam kerak bumi yang berada di jalur gunung berapi. Ya kita jelaskan bahwa sejumlah bahan tersebut kita ambil di sekitar desa Taji tapi dengan campuran dan perlakuan khusus sehingga mampu menahan pembakaran hingga 1.200 derajat celcius. Material ini sangat penting karena ketahanannya terhadap panas ekstrem menjadi kunci keberhasilan sistem pembakaran seperti magma yang kami terapkan,” tambah Sigit.

Baca Juga:  Puluhan Kepala Desa di Magetan Ngeluruk Dewan Menuntut Ada Motor Operasional

Oksidator buatan Sigit telah digunakan di berbagai daerah, seperti Kabupaten Karanganyar, Kota Depok, dan Kabupaten Bontang. Sejumlah kabupaten kota lain juga sedang menunggu proses administrasi untuk memulai pembangunan alat tersebut. Dengan hak paten yang segera terbit, Sigit berharap inovasinya dapat diproduksi dan dimanfaatkan lebih luas. “Target saya, alat ini bisa menjadi solusi penanganan untuk masalah sampah, tanpa polusi dan tanpa ketergantungan pada bahan bakar fosil,” pungkasnya. (DmS)

Baca Juga:  Harga Telur Anjlok, Pakan Naik, Peternak Magetan Bagikan Setengah Ton Telor Dalam Demo Sedekah Telur

VISUAL NEWS klik

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM