RASI FM – Limabelas mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 13 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengembangkan potensi wisata Desa Sumberdodol, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BBPPM) Yogyakarta, Mahasiswa Unesa mengengembangkan program melalui “Akselerasi Pemberdayaan Masyarakat”.
Kepala Seksi (Kasi) KKN Unesa, Tutur Jatmiko mengatakan, melalui program Akselerasi Pemberdayaan Masyarakat, para mahasiswa akan memberikan pendampingan, pelatihan, maupun penyuluhan kepada para pelaku usaha yang berkaitan dengan wisata sehingga terbentuk desa wisata yang berkembang sejalan dengan pelaku UMKM. Produk akhir yang dilakukan mahasiswa nantinya adalah bentuk konten untuk pemasaran.
“Jadi selain mengembangkan wisata desa, bisa sekaligus mengembangkan kewirausahaan seperti Bumdes dan UMKM, dengan harapan ekonomi masyarakat dapat meningkat. Karena yang dikenalkan saat ini ekonomi kreatif dan ekonomi digital, jadi mahasiswa akan mempromosikan wisata secara digital melalui media sosial sebagai lahan promosinya,” ujarnya
Sementara itu, Bupati Magetan Suprawoto yang hadir dalam kegiatan “Akselerasi Pemberdayaan Masyarakat” memberikan apresiasi terhadap kegiatan mahasiswa Unesa di Desa Sumberdodol . Menurutnya, dengan adanya pemasaran secara digital maka potensi UMKM dan wisata Desa Sumberdodol akan lebih mudah diketahui masyarakat.
“Mereka pasti juga punya relasi sehingga potensi ini akan makin menyebar. KKN ini juga penting untuk sama-sama transfer pengetahuan juga pengalaman antara mahasiswa dan masyarakat desa,” katanya.
Sementara Kepala desa Sumberdodol Karyono mengatakan, melalui kegiatan KKN Mahasiwa Unesa diharapkan akan membuka pemahaman masyarakat terkait pengembangan dan pengelolaan sumber daya alam di desanya sehingga masyarakat bisa memanfaatkan untuk pengembangan wisata desa yang juga mendukung pengembangan UMKM.
“Ada pendampingan Bumdes, ada pendampingan pemerintah desa, ada pelatihan UMKM, harapannya masyarakat bisa mengetahui semua yang dilakukan mahasiswa disni” ujarnya.(DmS)