Politik & Pemerintahan
Kominfo Magetan Paparkan Pelaksanaan e-Voting Kades, Pemkab Banyuwangi Lakukan Studi Tiru Untuk Pilkades 2027 .
Published
4 bulan agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memaparkan pelaksanaan E Voting di Kabupaten Magetan yang telah dua kali dilaksanakan dan berjalan lancar. Paparan tersebut menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang berencana menggelar e voting serentak pada tahun 2027 mendatang. Kepala Dinas Kominfo Magetan, Cahaya Wijaya, mengatakan kunjungan dan forum diskusi tersebut bertujuan menggali berbagai aspek pelaksanaan in-outing di Kabuoaten Magetan, mulai dari sisi teknis penggunaan aplikasi, sistem pelaksanaan, aturan, hingga kebutuhan anggaran. “Pelaksanaan in-outing di kawasan Timangketan sudah dua kali kita lakukan dan semuanya berjalan lancar. Karena itu, teman-teman dari Banyuwangi tertarik untuk menggali lebih dalam bagaimana sistem ini dijalankan,” ujar Cahaya Wijaya.
Ia menjelaskan, dalam forum tersebut menyampaikan gambaran umum pelaksanaan e Voting termasuk peristiwa-peristiwa yang terjadi di lapangan, sistem kerja, serta berbagai kendala yang pernah dihadapi. Seluruh pengalaman itu kembali dipaparkan agar dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain. “Kami ceritakan secara terbuka, mulai dari persiapan, pelaksanaan, sampai kendala-kendala yang muncul. Bahkan kami juga memberikan fasilitasi kemudahan apabila nanti Banyuwangi ingin meniru atau mereplikasi aplikasi yang kami gunakan,” jelasnya.
Menurut Cahaya, Pemerintah Banyuwangi berencana menyelenggarakan e Voting serentak pada tahun 2027 dengan luasan wilayah dan jumlah pemilih yang lebih besar dimana perbedaan kondisi wilayah, jumlah DPT, serta jangkauan geografis membuat sistem aplikasi perlu disesuaikan. “Insyaallah aplikasi buatan Pemerintah Kabupaten Magetan akan digunakan, tetapi kemungkinan akan direplikasi atau dikembangkan lagi dengan fitur-fitur baru, karena kondisi Banyuwangi tentu berbeda dengan Magetan,” katanya.
Dalam forum tersebut, Kominfo Magetan juga membahas langsung berbagai masalah teknis bersama Komisi I DPRD Banyuwangi dan jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Mulai dari kelemahan potensi aplikasi, sistem daftar pemilih, penggunaan NIK, hingga upaya mencegah duplikasi data dan kelemahan yang sering muncul dalam pemilihan kepala desa.
Cahaya menambahkan, keterbukaan informasi menjadi salah satu keunggulan pelaksanaan in-outing di Timangketan. Masyarakat dapat menyuarakan langsung proses pemilihan kepala desa melalui siaran langsung yang difasilitasi media dan command center. “Dengan sistem yang terbuka, masyarakat bisa melihat langsung proses pemungutan suara dan penghitungan suara.Jika ada kendala di lapangan, bisa langsung terpantau,” ungkapnya.
Ia menilai sistem tersebut membuat pelaksanaannya menjadi lebih efisien, aman, dan terpercaya. Apalagi dari sisi keamanan, tugas TNI dan Polri menjadi lebih ringan karena proses berjalan cepat dan transparan. “Jam satu siang seluruh proses sudah selesai. Tidak ada lagi petugas yang harus berjaga lama dalam penghitungan suara. Ini jauh lebih efisien, lebih murah, dan lebih nyaman,” tandasnya.
Ke depan, Cahaya menegaskan kerja sama antara Magetan dan Banyuwangi tidak hanya berhenti pada penggunaan aplikasi, tetapi juga pada pertukaran pengetahuan dan pengalaman. “Kita akan sama-sama belajar.Banyuwangi ke Magetan, Magetan juga keBanyuwangi.Ilmu ini tidak hanya bermanfaat untuk Magetan saja, tetapi bisa diterapkan di daerah lain,” tutupnya.
681 total views, 3 views today
You may like

Kuota Haji Magetan Bertambah, Total Jamaah Naik Jadi 544 Orang Dimungkinkan Masih Bisa Bertambah.

Dinas Pariwisata Magetan Sayangkan Warga Pengguna Jasa Kuda Wisata di Sarangan yang Nekat Terobos Jalur Longsor Lingkar Selatan Sarangan yang Ditutup.

SMP Negeri 1 Poncol Gelar Manasik Haji, Perkuat Karakter Religius Siswa

Magetan Jadi Daerah Perdana Penyaluran Jagung SPHP di Jatim, Peternak Dapat Harga Maksimal Rp5.500 per Kilogram

Tanggapi Harga Telur Anjlog, Anggota Komisi IV DPR RI : Ada Impor Telur Pasti Kami Tolak

Dua Tersangka Dugaan Korupsi Pokir DPRD Magetan Masih Terima Gaji Pokok, Sejumlah Tunjangan Mulai Ditangguhkan


