Connect with us

Politik & Pemerintahan

Bujang Ganong Warnai Distribusi MBG di Slahung, SPPG Galak Ponorogo Hadirkan Edukasi Gizi Berbasis Budaya

Published

on

Bujang Ganong Warnai Distribusi MBG di Slahung, SPPG Galak Ponorogo Hadirkan Edukasi Gizi Berbasis Budaya

RASI MEDIA – Suasana sekolah di Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, tampak berbeda pada pagi yang cerah. Sorak sorai dan tawa siswa pecah saat sosok ikonik Bujang Ganong memasuki halaman sekolah dengan penuh semangat. SPPG Galak Slahung Ponorogo mengemas kegiatan pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan pendekatan budaya lokal yang kreatif dan menghibur.

SPPG Galak Slahung menghadirkan Bujang Ganong dengan kostum khas topeng merah dan rambut gondrong sebagai media pendekatan kepada siswa. Tokoh kebanggaan budaya Ponorogo tidak hanya menghibur, tetapi juga terlibat langsung dalam pengiriman dan pembagian MBG kepada para siswa dengan gerakan lincah dan interaksi ceria.

Baca Juga:  Deklarasi Pilkades Damai, Kapolres Ingatkan Magetan Sudah Damai Pelaksanaan Pilkades Harus Kondusif.

Kepala SPPG Galak Slahung Ponorogo, Febrian Lutfi Prayoga , mengatakan sengaja memadukan distribusi MBG dengan elemen budaya agar pesan gizi mudah diterima anak-anak.
“Melalui Bujang Ganong, kami ingin anak-anak merasa senang, dekat, dan tidak terkesan digurui. Edukasi gizi bisa masuk dengan cara yang menyenangkan,” ujar Febrian.

Baca Juga:  BKK Rp 5 M Untuk 50 Desa Tanpa Kriteria Jelas, Politisi Golkar Kabupaten Magetan Tanyakan Komitmen Pemerintah Daerah Terhadap Pengembangan 16 Desa Wisata. 

Di sela-sela Berbagi MBG, Bujang Ganong juga menyampaikan edukasi ringan tentang pentingnya asupan gizi seimbang, manfaat makanan sehat bagi tubuh dan konsentrasi belajar, serta ajakan menjaga kesehatan. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana dan diselingi candaan sehingga mudah dipahami dan diingat oleh siswa.

Mitra kegiatan, Rian Priya Handoko , menilai pendekatan berbasis budaya lokal ini mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi anak-anak.
“Anak-anak tidak hanya menerima makanan bergizi, tetapi juga hiburan dan edukasi sekaligus. Ini menjadi cara efektif untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini,” kata Rian.

Baca Juga:  Lab Siap Beroperasi, Hasil Swap Di RSUD Magetan Hanya Butuh Waktu 4 Jam.

Melalui pendekatan kreatif tersebut, distribusi MBG tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya. Dengan semangat ceria Bujang Ganong, SPPG Galak Slahung Ponorogo berharap kesadaran siswa terhadap pentingnya gizi seimbang terus tumbuh, disertai dengan rasa bangga terhadap budaya khas daerahnya.

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM