Politik & Pemerintahan
Dua Warga Kurang Mampu di Magetan Akan Menerima Program Bedah Kandang 2026.
Published
2 bulan agoon
By
rasinews
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan tahun ini akan melakukan program bedang kandang dengan membangunkan kandang dan memberikan sepasang domba sial kawin bagi 2 warga kurnag mampu yang tercatat di desil 1. Penanggung jawab kegiatan bedah kandang Setiawan Dwi Ing Maranatha mengatakan, satu penerima berada di Dusun Ngelawar, Desa Porwosari, yakni Pak Jaiman dan satu penerima lainnya berada di Dusun Bangun Sari, Kelurahan Sukowinangun. Keduanya bekerja sebagai buruh tani dan memiliki minat memelihara ternak.“Dua-duanya masyarakat kurang mampu dan memang punya keinginan untuk memelihara ternak. Selama ini bekerja sebagai buruh tani,” jelasnya.
Artinya ada bangunan kandang dan ada ternaknya juga. Dombanya satu pasang, kambing juga jantan dan betina,” tegas Setiawan.
Ia menambahkan, seluruh kegiatan tahun 2026 mendapat dukungan penuh dari BPRS Magetan melalui koordinasi dengan pihak perbankan. Dukungan tersebut mencakup pengadaan kandang dan ternak bagi penerima manfaat. Setiawan mengungkapkan, salah satu penerima program bedah kandang di Purwosari sempat mengalami kerugian besar akibat wabah PMK pada tahun 2022. Sapi yang dipelihara hampir dua tahun dan sempat ditawar Rp25 juta akhirnya hanya terjual Rp3 juta karena terpapar penyakit.“Tidak mengganti, tapi rasanya tidak enak dengan pemilik modal. Akhirnya uang Rp3 juta itu diberikan ke yang punya modal,” terangnya.
Melalui Program Budaya Kandang, Dinas Peternakan dan Perikanan mendorong kemandirian ekonomi keluarga kurang mampu. “Tujuannya untuk kemandirian ekonomi peternak masyarakat kurang mampu. Mereka ini buruh tani, biasanya sambil menggaduh ternak. Sekarang kita dorong agar punya ternak sendiri,” katanya.
Dinas juga menyiapkan pendampingan teknis, termasuk layanan kesehatan hewan dan inseminasi buatan secara gratis melalui petugas lapangan. Program tahun sebelumnya serupa telah berjalan di dua titik, dan tahun ini kembali bertambah dua lokasi baru.“Kami berharap program ini berkembang. Kalau ternaknya beranak, yang boleh dijual anak-anaknya. Induknya tetap dipertahankan agar berkembang,” tutupnya.
421 total views, 3 views today


