Pendidikan
KKN 10 Hari di Desa Buluharjo, ITS Kenalkan Pertanian Aquaponik Bertenaga Listrik Panel Surya di Magetan.
Published
2 tahun agoon
By
rasinews
RASI FM – Pemerintah Kabupaten Magetan akan menjadikan greenhouse di Desa Buluharjo Kecamatan Plaosan sebagai percontohan dan tempat study tiru bagi petani untuk belajar bertanam secara aquaponik, pertanian terpadu antara sistem bertanam secara hidroponik yang dipadu dengan system pemeliharaan ikan. Kepala Bapedda Kabupaten Magetan Elmy Kurniarto mengatakan, greenhouse yang terletak di kawasan masjid kubah putih tersebut dibangun oleh mahasiswa ITS dan dosen melalui kegiatan KKN dan pengabdian dosen yang dilaksanakan selama 10 hari. ‘
”Ini merupakan inovasi dari teknologi pertanian yang mengkombinasikan antara hidroponik dengan pemeliharaan ikan, namanya aquaponik,” ucapnya.
Kelebihan system pertanian secara aquaponik di bangunan greenhouse yang dibangun oleh ITS bekerjasama dengan National Taiwan University of Science and Technology dari Taiwan menurut Elmy adalah penggunaan panel surya untuk kebutuhan listriknya dalam mensirkulasi air yang digunakan untuk mensuplai nutrisi tanaman sehingga menghasilkan tanaman organic ramah lingkungan.
“Aquaponik itu ada support energy terbarukan dari listrik surya panel. Selama ini yang menjadi permasalahan kalau listrik mati bermasalah dengan tanamannya, dengan adanya listrik panel surya ini sirkulasi air tidak terkendala,” imbuhnya.
Sementara Prof Dr Enginering Widyastuti ST. MT dari ITS mengatakan, melalui kegiatan KKN dan pengabdian dosen perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh ITS bekerjasama dengan National Taiwan University of Science and Technology bertujuan untuk mengenalkan pertanian dengan system aeroponik dengan menggunakan energy terbarukan melalui listrik panel surya. Melalui pertanian ramah lingkungan tersebut diharapkan petani di Kecamatan Plaosan yang kebanyakan merupakan petani sayur lebih mengenal system pertanian modern sehingga nantinya bisa menerapkan pertanian modern yang ramah lingkungan.
“Integritit aquaponik dengan listrik panel surya dimana disini menggunakan panel surya untuk menghasilkan listrik untuk digunakan memompa dan memutar air di aquaponik. Nanti kotoran ikan dipompa di aquaponik untuk dimanfaatkan sebagai pupuk, disini kita tanam kangkung dan pakcoy, jadi tanamannya tidak perlu dipupuk jadi murni organik dari kotoran ikan. Jadi tinggal memberi makan ikan. Kedepan kita kembangkan bagaimana pakan ikan bisa melalui system abilitynya tertangani juga,” katanya.
Widyastuti menambahkan, keberadaan greenhouse dengan menerapkan system pertanian aquaponik akan diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah Desa Buluharjo. Petani di Kabupaten Magetan nantinya bisa berkunjung dan melakukan studi tiru untuk lebih mengenal system pertanian aquaponik. Perguruan Tinggi ITS nantinya akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan system pertanian aquaponik yang mereka kembangkan di desa tersebut. (DmS)
VISUAL NEWS klik
1,194 total views, 3 views today


