Connect with us

Pendidikan

Kegiatan Parenting di SD Sukowinangun 2 Mengingatkan Pentingnya Sekolah Inklusi di Magetan.

Published

on

Kegiatan Parenting di SD Sukowinangun 2 Mengingatkan Pentingnya Sekolah Inklusi di Magetan.

Rasi Fm – Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan mengingatkan pentingnya sekolah di Kabupaten Magetan terkait sekolah inklusi, sekolah yang memiliki siswa dengan kebutuhan khusus. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magetan Suwoto mengatakan, dibutuhkan kerjasama antara pihak sekolah dengan orang tua siswa untuk memberikan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus karena dibutuhkan SDM dan infrastruktur dengan spesifikasi tertentu.
Saat memberikan sambutan di Sekolah SDN Sukowinangun 2 yang merupakan salah satu sekolah inklusi di Kabupaten Magetan Suwoto mengungkapkan, di Kabupaten Magetan jumlah siswa yang memiliki kebutuhan khusus juga semakin meningkat. Untuk mewujudkan sekolah inklusi pemerintah daerah telah melakukan kerjasama dengan Unipma terkait SDM yang akan mendampingi sekolah untuk memberikan pelajaran kepada siswa berkebutuhan khusus.
Saat ini di Kabupaten Magetan terdapat 60 sekolah dimana Sekolah Dasar ada 40 sekolah dan SMP 20 sekolah yang memiliki siswa dengan kebutuhan khusus. Sementara SD Sukowinangun 2 sendiri memiliki siswa paling banyak dimana terdapat 30 siswa dengan kebutuhan kusus.
“Peran pemerintah kita mendampingi. Kita sudah kerjasama dengan Unipma Madiun, kemudian sekolah secara mandiri kerjasama dengan ceria center, mereka kan psikolog, yang mereka bisa mendampingi bagaimana perkembangan anak inklusi itu. Mereka sebenarnya punya kelebihan ditengah kekurangan mereka itu,” ujarnya.
Sementara Kepala Sekolah Inklusi SDN Sukowinangun 2 Suryati mengatakan, dibutuhkan SDM dengan kurikulum yang berbeda dengan kurikulum bagi siswa biasa sehingga siswa dengan kebutuhan khusus bisa mengikuti pendidikan yang sesuai dengan kemampuan siswa. Saat ini SDN 2 Sukowinangun menjadi satu dari sekian sekolah inklusi di Kabupaten Magetan yang memiliki kwalifikasi bagi siswa berkebutuhan khusus.
“ Dari memberikan pelayanan kalau anak regular diberikan pelajaran, untuk anak berkebutuhan khusus juga diberikan pelajaran tetapi dengan kurikulum yang diturunkan. Dengan kemampuan anak tadi dan diterjemahkan oleh Guru Pembimbing Khusus/ GPK. Terkait SDM ada satu lulusan UM, GPKnya yang khusus, tapi pada prinsipnya wali kelas yang lain sudah didiklat, jadi kemampuan dan pengalaman untuk menangani anak berkebutuhan khusus tidak diragukan lagi,” katanya.
Sekolah inklusi merupakan sekolah yang diperuntukkan untuk anak berkebutuhan khusus dan anak biasa. Keberadaan sekolah Inklusi membuat siswa berkebutuhan khusus bisa berinteraksi dengan teman sesamanya secara lebih luas. (DmS)

Baca Juga:  Capaian Vaksin Booster Baru 21 Persen, Pemkab Magetan Akan Genjot Vaksin Dengan Kegiatan Vaksin Masssal.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM