Connect with us

Budaya&Pariwisata

HUT Jatim ke 77, Pemprov Jatim Gelar Sarasehan Dialog Pola Pemerintahan di Era Gubernur Soerjo

Published

on

HUT Jatim ke 77, Pemprov Jatim Gelar Sarasehan Dialog Pola Pemerintahan di Era Gubernur Soerjo

Rasi Fm – Memperingati HUT Provinsi Jawa Timur ke 77 Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengggelar Haul Gubernur Soerjo dengan kegiatan Dialog Kesenian Magetan Rahim Indonesia di ruang jamuan Pendopo Surya Graha Magetan.

Nara sumber dari Dekan Universitas Negeri Malang Ari Sapto mengatakan, Ario Soerjo dimasa menjabat Gubernur Pertama Jawa Timur menerapkan sistem pemerintahan yang berkonsep dalam revolusi.

“Beliau tidak mengambil ajaran kepemimpinan yang sudah ada seperti ajaran Ki Hajar Dewantoro tetapi meramu model kepemimpinan yang baru yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Beliau sadar kepemimpinan yang telah ada tidak sesuai untuk kondisi yang saat itu dalam kondisi perjuangan atau revolusi, ” Ujarnya.

Baca Juga:  DPMPTSP Magetan Pastikan Lampaui Target Realisasi Investasi Tahun Ini.

Ari Sapto menambahkan, pemerintahan dengan system revolusi tersebut terimplementasikan dengan kondisi yang dihadapi dimana kantor pemerintahan Gubernur Jawa Timur yang harus terus berpindah karena situasi dan kondisi dalam peperangan.

“Sistem pemerintahan jelas terbukti mampu dijalankan oleh Gubernur Soerjo pada masa itu. Sistem pemerintahan revolusi pada waktu itu bertahan hingga tahun 1970 an yang akhirnya tergerus dengan pengaruh dari luar negeri, ” Imbuhnya.

Sistem pemerintahan yang dijalankan oleh Gubernur Soerjo diterapkan dengan mengambil filosofi dari kebudayaan yang telah berkembang di Jawa Timur seperti budaya mataraman, budaya arek serta budaya lokal jenius.

“Kepemimpinan beliau berbasis budaya lokal dimana di Jatim ada budaya mataraman, budaya arek dan budaya lokal jenius, “kata Ari.

Baca Juga:  Tahun Ini Pemkab Magetan Siap Bangun RS Mahendra.

Budaya mataram yang diterapkan oleh Gubernur Soerjo dalam kepemimpinannya seperti somo, dono waseso , dendo serta manunggal. Pelaksanaan dendo ini dilaksanakan untuk menjaga keadilan bagi yang melakukan kesalahan.

Waseso adalah menjaga keamanan dimana dalam masa pemerintahan Gubernur Soerjo, Jawa Timur dihadapkan pada situasi Belanda yang kembali ingin menjajah Indonesia hingga menimbulkan perlawanan rakyat. Selaku Presiden Republik Indonesia Soekarno pada masa itu tetap percaya dengan kepemimpinan Soerjo. Meski berada pada masa pertempuran Presiden pertama Republik Indonesia tersebut percaya kepada kepemimpinan Soerjo dengan datang ke Surabaya.

“Saat itu presiden begitu percaya kepada Soerjo untuk memimpin Jatim. Dengan datang ke Surabaya pada saat terjadi pertempuran menunjukkan Presiden Soekarno percaya kepada kepemimpinan Soerjo ” Katanya.

Baca Juga:  Dinas Pariwisata Kabupaten Magetan Pastikan Pengunjung Destinasi Wisata Wajib Sudah Divaksin

Gubernur Soerjo juga merupakan orang pertama yang menjabat sebagai residen di Bojonegoro sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. Di masa Belanda warga pribumi kesulitan bisa menjadi pejabat. Jabatan tertinggi warga pribumi . Bupati merupakan jabatan tertinggi untuk memimpin daerah yang subur dengan jumlah penduduk yang banyak.

Pejabat dengan luasan wilayah dan kesejahteraan menengah dijabat oleh Tumenggung seperti di wilayah Magetan. Sementara wilayah kecil dan tandus dengan jumlah penduduk tidak banyak maka Pemerintah Belanda akan menunjuk pejabat dengan gelar gelar Ngabehi. (DmS)

 98 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *