Connect with us

News

Harga Cabai Rawit di Magetan Tembus Rp 100.000, Sayuran Lainnya Juga Naik

Published

on

Harga Cabai Rawit di Magetan Tembus Rp 100.000, Sayuran Lainnya Juga Naik

RASI FM – Sejumlah sayuran di Pasar Sayur Kabupaten, Magetan, Jawa TImur mengalami kenaikan yang cukup tinggi pasca pergantian tahun baru 2024. Parti pedagang sayur di Pasar Sayur Kabupaten Magetan mengatakan, kenaikan harga sayur paling tinggi terjadi pada harga cabai yang mencapai Rp 100.000 perkilogram.

“Hari ini cabai rawit harganya Rp 100.000. Tiga bulan lalu masih Rp 60.000 terus naik sampai hari ini,” ujarnya ditemui di Pasar Sayur Magetan Kamis (2/1/2025).

Tak hanya cabai rawit, seluruh jenis cabai juga mengalami kenaikan harga antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Masih banyaknya pedagang besar cabai yang libur nataru menurutnya membuat persediaan cabai di Pasar Sayur Magetan menipis sehingga membuat harga jual mengalami kenaikan.

Baca Juga:  Yuk Simak Jadwal Libur Jelang Nataru 2026.

“Pengaruhnya barang sulit dicari sehingga stok terbatas sehingga harga naik. Pedagang besar juga pada libur jadi sulit cari barang. Kalau cabai lokal pada gagal panen karena curah hujan tinggi, “ imbuh Parti.

Sementara Dwi Rahmawati pedagang sayur lainnya mengaku tak hanya komoditas cabai yang mengalami kenaikan harga, namun seluruh jenis sayur mayur di Pasar Magetan mengalami kenaikan. Kangkung yang biasanya dijual Rp 2000 per ikat saat ini dijual Rp 4.000. Sayuran slada yang biasanya Rp 25.000 saat ini dijual Rp 50.000.

Baca Juga:  Sujatno – Ida Suport Peserta Napak Tilas Dengan Makanan dan Minuman.

“Curah hujan tinggi merusak tanaman sayur petani, jadi banyak petani sayur gagal panen. Persediaan sedikit membuat harga melambung. Sudah sebulan terakhir ini harganya naik, apalagi bawang merah dan bawang putih naik Rp 5.000 dari harga sebelumnya Rp 45.000, ” katanya.

Baca Juga:  Menguntungkan, Desa Taji Kembangkan Kebun Melon Untuk Karangtaruna.

Sri Endah pedagang lumpia di Jl Kalimantan Magetan mengaku hanya bisa pasrah dengan kenaikan hampir seluruh bahan pokok pembuatan lumpia Semarang jualannya. Selain sayur sayuran, minyak goreng juga mengalami kenaikan yang membuat keuntungannya menipis. Dia juga mengkau tak bisa menaikkan harga jualannya.

“Hanya bisa pasrah soalnya kalau dikurangi mempengaruhi kualitas makanan. Kita juga sulit menaikkan harga jualan kita ditengah kenaikan harga barang pokok. Pasrah sudah saya,” katanya. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM