Connect with us

Ekonomi

Harga Tomat Melonjak Naik di Pasar Sayur Magetan, Tomat Afkir Laku Rp 10.000.

Published

on

Harga Tomat Melonjak Naik di Pasar Sayur Magetan, Tomat Afkir Laku Rp 10.000.

RASI FM – Harga tomat di Pasar Sayur Magetan melonjak tajam selama sebulan terakhir. Surip salah satu pedagang sayur di Pasar sayur Magetan mengatakan, biasanya harga tomat paling mahal Rp 5.000 namun dimusim penghujan harga tomat melambung hingga Rp 20.000. Mahalnya harga tomat membuat tomat yang kondisinya tidak bagus tetap laku di pasaran. Tomat yang kondisinya kurang bagus di pasar masih laku hingga Rp 10.000 perkilogram.

Baca Juga:  Gelar Try Out TKA SD–SMP, Disdik Magetan Bersurat Ke PLN dan Telkom Pastikan Infrastruktur dan Kenyamanan Siswa

“Sebulan ini harga tomat mahal. Dulu paling mahal Rp 5.000 sekarang Rp 20.000, kalau mahal begini tomat kurang bagus tetap laku kita jual Rp 10.000. Kondisinya ya kurang bagus tapi masih layak,” ujarnya.

Surip mengaku mahalnya harga tomat dipicu oleh musim penghujan dimana petani gagal panen. Untuk memenuhi kebutuhan tomat pedagang di Pasar sayur Magetan mendatangkan tomat dari luar daerah.

Baca Juga:  Ada 110 Jemaah Umroh Magetan yang Berada di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Kondisi Mereka Aman Ditengah Memanasnya Konflik Israil dan Timur Tengah.

“Pasokannya sulit, petani banyak yang gagal panen karena musim penghujan. Ini didatangkan dari luar daeerah,” imbuhnya.

Eni salah satu pedagang nasi bungkus mengatakan, mahalnya harga tomat membuat dia mencari tomat yang kondisinya kurang bagus yang lebih murah untuk menekan harga jual nasi bungkus jualannya. Meski tomat murah kondisinya kurang bagus namun masih layak untuk dibuat bahan sambal Untuk satu bungkus nasi sambal dan lauk dia mengaku menjual Rp 5.000.

Baca Juga:  Kenalkan Handcraff, Pemkab Magetan Akan Bangun Rumah Promosi

“Harga mahal makanya kita mencari tomat afkir yang lebih murah untuk bahan sambal nasi bungkus. Kalau tidak mencari yang murah kita sudah menjual nasi bungkus soalnya sebungkus Rp 5.000. Kalau tomat mahal kita susah menjualnya kalau harga dinaikkan,” katanya. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM