Connect with us

News

Sapi Kurban Presiden Asal Magetan Dirawat Ketat, Peternak Rela Tidur di Kandang

Published

on

Sapi Kurban Presiden Asal Magetan Dirawat Ketat, Peternak Rela Tidur di Kandang

 

RASI MEDIA – Seekor sapi jenis Simental Cross milik peternak asal Desa Nelangin, Kabupaten Magetan, terpilih menjadi hewan kurban Presiden pada Iduladha tahun ini. Sapi bernama Jipo tersebut memiliki bobot lebih dari satu ton dan dibeli dengan harga sekitar Rp100 juta. Peternak sapi, Edy Juwartono, mengaku tidak menyangka sapi peliharaannya dilirik hingga akhirnya dipilih menjadi sapi kurban Presiden. “Tidak nyangka diminati Presiden. Warga sini juga tidak menyangka kalau di Desa Nelangin ada sapi sebesar itu,” ujar Edy.

Baca Juga:  Gelar Pameran Bonsai dan Tanaman Hias, Pemkab Berharap adanya Pergerakan Ekonomi di Refugia.

Jipo dipelihara sejak usia lima bulan selama kurang lebih dua tahun setengah. Menurut Edy, sejak kecil sapi tersebut sudah menunjukkan pertumbuhan fisik berbeda dibanding sapi lainnya. “Kalau bibitnya cocok dengan speknya itu biasanya sudah kelihatan sejak kecil. Dari umur satu bulan, dua bulan, tiga bulan itu perkembangan fisiknya sudah terlihat,” katanya.

Untuk menjaga pertumbuhan sapi jumbo tersebut, Edy memberikan pakan rumput cacah, ketela, serta tambahan konsentrat setiap hari. Dalam sehari, biaya pemeliharaan sapi mencapai sekitar Rp100 ribu di luar kebutuhan rumput. “Kalau yang besar seperti ini memang makannya lebih banyak. Ada konsentrat, garam, sama tambahan lain,” ujarnya.

Baca Juga:  Batik Simbatan Capai Omset 2 Miliar Rupiah Perbulan.

Saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK melanda, Edy juga membuat jamu tradisional dari gula jawa dan kunyit untuk menjaga kesehatan ternaknya. “Dulu waktu PMK saya kasih jamu gula jawa sama kunyit supaya kesehatannya tetap bagus,” katanya.

Baca Juga:  Bolos Hari Pertama Kerja, Bupati Ponorogo : Tutup Gerbang dan Siap-Siap Berdiri.

Sejak dipastikan dibeli Presiden, Edy mengaku semakin ketat menjaga sapinya. Ia bahkan membuat para-para sederhana di dalam kandang dan tidur di sana setiap malam untuk mengawasi kondisi Jipo. “Kalau malam sekarang saya sering tidur di kandang. Takut kalau ada apa-apa, jadi bisa langsung tahu,” ujarnya.

Rencananya, sapi kurban Presiden tersebut akan dikirim melalui Dinas Peternakan menuju Masjid Pupus untuk pelaksanaan kurban Iduladha.

 174 total views,  3 views today