News
Program Tahfiz dan Kepemimpinan di Desa Milangasri Cetak Calon Pemimpin Hafiz Al-Qur’an, 10 Bulan Hafal 30 Juz.
Published
1 bulan agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Program Tahfiz dan Leadership terus berkembang di Desa Milangasri, Kabupaten Magetan, dengan tujuan mencetak generasi muda penghafal Al-Qur’an yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Kegiatan ini memadukan pendidikan hafalan Al-Qur’an dan pelatihan kepemimpinan dalam satu program terpadu. Penanggung jawab kegiatan, Muhammad Hasrul Faizin, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk melahirkan pemimpin masa depan yang berakhlak Qur’ani. “Tujuan utamanya adalah menyiapkan pemimpin yang hafiz Al-Qur’an sehingga mereka mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Hasrul menceritakan perjalanan pendidikannya sebelum mengabdi di Magetan. Ia berasal dari Lombok dan mulai menghafal Al-Qur’an sejak tahun 2011. Setelah itu, ia melanjutkan kuliah di Jakarta pada tahun 2012 hingga lulus tahun 2016. Sejak tahun 2019, ia bergabung dalam program Tahfiz Leadership dan telah ditempatkan di berbagai daerah di Pulau Jawa sebelum akhirnya mendapat amanah mengembangkan program di Magetan.
Di Desa Milangasri, program ini diikuti sembilan mahasantri berusia 17 hingga 25 tahun yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka menjalani pendidikan intensif selama 40 pekan atau sekitar 10 bulan dengan target hafal 30 juz Al-Qur’an.
Setiap hari, para santri menjalani jadwal ketat. Mereka memulai hafalan selepas Subuh hingga pagi, kemudian melanjutkan sesi siang hari. Dalam sehari, santri menargetkan hafalan tiga halaman. Hafalan tersebut diperkuat dengan murajaah pada sore dan malam hari agar ingatan tetap terjaga. Setiap hari Sabtu, santri menyetorkan hafalan pekanan untuk memastikan tercapainya target.
Selain tahfiz, santri juga mendapatkan pelatihan kepemimpinan melalui mentoring, coaching, dan praktik langsung di masyarakat. Materi kepemimpinan meliputi pengembangan visi hidup, kemampuan memimpin diri sendiri, tim manajemen, serta kemampuan menganalisis dan menyelesaikan permasalahan sosial.
Para santri juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan seperti mengajar TPA gratis bagi anak-anak sekitar, mengisi pengajian rutin, hingga terlibat dalam kegiatan sosial warga. Program ini bahkan telah menarik minat puluhan anak untuk belajar mengaji secara cuma-cuma.
Hasrul mengakui tantangan dalam menjalankan program seorang diri karena harus membina tahfiz dan kepemimpinan sekaligus. Meski demikian, ia tetap berkomitmen menjalankan amanah tersebut.“Harapan kami, santri yang lulus tidak hanya hafal 30 juz, tetapi juga mampu memimpin diri sendiri dan tim kecil di masyarakat,” tegasnya.
Untuk menjaga semangat santri, program juga menyediakan kegiatan penyegaran seperti olahraga rutin dan kunjungan tokoh. Dengan pendekatan tersebut, pelatihan berjalan seimbang antara akademik, spiritual, dan sosial. Program Tahfiz dan Leadership di Desa Milangasri kini menjadi wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya kuat secara religius, tetapi juga siap menjadi pemimpin yang berintegritas di tengah masyarakat.
785 total views, 3 views today


