News
Pasca Diguyur HUjan 3 Jam Ada 10 Titik Longsor di Desa 10 Titik Longsor di Kecamatan Poncol.
Published
1 bulan agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Tanah longsor menerjang sepuluh titik di wilayah Kabupaten Magetan setelah hujan berintensitas ringan hingga sedang mengguyur kawasan tersebut lebih dari tiga jam, Senin (9/3/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB itu paling parah melanda Kecamatan Poncol.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan, Eka Radityo, menjelaskan bahwa longsor tersebar di sembilan titik di Desa Plangkrongan dan satu titik di Desa Genilangit. “Kami menerima informasi kejadian tanah longsor di wilayah Kecamatan Poncol dan segera menindaklanjuti laporan tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujarnya.
Longsor menyebabkan kerusakan sejumlah rumah warga di Desa Plangkrongan. Pondasi dapur rumah milik Juri longsor dengan panjang sekitar 15 meter dan tinggi tebing mencapai 30 meter. Material tanah dari tebing setinggi lima meter juga menutup sekitar 30 persen badan jalan desa sehingga mengganggu arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat.
Selain itu, longsoran tanah menimpa rumah milik Parlan, Sabar, Sujono, Tukimen, Indri, dan Sukatno dengan tinggi tebing bervariasi antara tiga hingga sepuluh meter. Beberapa tembok rumah dilaporkan roboh, termasuk tembok kamar mandi dan kandang ternak warga. Di Desa Genilangit, talud jalan usaha tani setinggi sekitar 3,5 meter dengan panjang 20 meter juga ambrol akibat tergerus tanah longsor.
Eka Radityo menuturkan, Pusdalops-PB BPBD Magetan menerima laporan dari Polsek Plaosan pada pukul 19.00 WIB. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 20.45 WIB untuk melakukan asesmen cepat. “Tim Reaksi Cepat langsung memasang terpal sebagai upaya mitigasi guna mengantisipasi longsor susulan,” jelasnya.
Petugas BPBD juga berkoordinasi dengan perangkat Desa Plangkrongan dan Desa Genilangit guna menggelar kerja bakti pembersihan material longsor secara mandiri oleh warga pada Selasa (10/3/2026). Selain itu, petugas turut menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Penanganan bencana ini melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Magetan, TNI, Polri, pemerintah desa setempat, serta masyarakat sekitar yang bergotong royong membersihkan material tanah.
BPBD Magetan mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan. Warga diminta mengenali tanda-tanda longsor seperti munculnya retakan pada tanah atau dinding rumah, pohon dan tiang terlihat miring, keluarnya air keruh dari dalam tanah, serta suara gemuruh dari lereng.
“Masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di sekitar lereng terjal saat dan setelah hujan deras. Jangan melintasi area yang telah diberi barikade atau ditutup terpal karena berpotensi terjadi longsor susulan,” pungkas Eka Radityo.
593 total views, 3 views today


