RASI MEDIA – Pembangunan embung di Desa Sidowayah, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ditujukan untuk memenuhi kebutuhan irigasi sekitar 100 hektare sawah yang kerap kekurangan air saat musim kemarau. Fasilitas di atas lahan tanah kas desa seluas 1,5 hektare itu diperkirakan memberi manfaat bagi sekitar 250 petani.
Kepala Desa Sidowayah, Suyatno, mengatakan, usulan pembangunan embung telah diajukan sejak 2020 dan mulai dikerjakan pada 2024. Selama ini, petani kerap gagal panen pada musim tanam kedua akibat kekurangan air.“Yang penting memang kita melihat potensi yang ada di desa ini, bahwa ini pertanian. Demi masyarakat, karena musim kemarau, tanam saja kadang tidak panen,” kata Suyatno.
Pelaksana pembangunan, Tri, mengatakan, pekerjaan kini memasuki tahap ketiga dengan anggaran sekitar Rp 700 juta dan masa pelaksanaan 120 hari kalender. Pekerjaan meliputi pembangunan pintu air, saluran keluar, dan bangunan pelimpah. “Untuk penyelesaian secara menyeluruh mungkin masih dibutuhkan tahap keempat atau kelima. Namun, itu tergantung pada anggaran yang disediakan oleh Dinas PUPR,” ujar Tri.
Embung tersebut diharapkan dapat mengatur ketersediaan air untuk pertanian, terutama saat kemarau. Selain mendukung irigasi, kawasan embung berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan lain setelah pembangunan selesai.