RASI MAGETAN – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Riyono Caping, menghadiri panen jagung bersama warga Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Minggu (12/10/2025). Kegiatan tersebut menjadi ajang pembuktian keberhasilan program bantuan bibit jagung yang sebelumnya disalurkan kepada tiga kelompok tani di Desa Pupus dengan total 1,5 ton benih senilai sekitar Rp75 juta. Riyono menyebut hasil panen kali ini menunjukkan peningkatan signifikan, dengan produktivitas mencapai hingga 1,6 ton per hektare. “Ini adalah panen dari bantuan bibit jagung yang kami advokasi di Komisi IV. Hasilnya luar biasa, dari yang biasanya hanya 1 ton per hektare, sekarang ada yang mencapai 1,2 ton, 1,4 ton, bahkan 1,6 ton,” ujar Riyono.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat, legislatif, dan kelompok tani di tingkat desa. Selain itu, Riyono juga memastikan ketersediaan pupuk untuk petani di Magetan terus diperjuangkan. “Alhamdulillah, Magetan tahun ini mendapatkan alokasi 5.000 ton pupuk ZA, dan tahun depan kami perjuangkan tambahan pupuk NPK agar kebutuhan bisa terpenuhi hingga 100 persen,” imbuhnya.
Kepala Desa Pupus, Tumiran, mengapresiasi kehadiran Riyono yang turun langsung meninjau hasil panen dan berdialog dengan petani. Menurutnya, bantuan bibit jagung tersebut memberi dampak besar terhadap peningkatan hasil pertanian warga. “Masyarakat sangat puas dengan program Pak Riyono Caping. Hasilnya memuaskan dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Ini yang diharapkan, wakil rakyat yang benar-benar turun ke lapangan melihat langsung kondisi masyarakat,” ungkapnya. Tumiran juga menyebut adanya rencana penambahan bantuan pupuk dan peningkatan jaringan irigasi sebagai langkah nyata memperkuat sektor pertanian di desanya.
Salah satu petani penerima bantuan, Mirhoni, mengaku hasil panen jagung varietas DK771 kali ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Dari lahan satu hektare, produksinya meningkat dari sekitar 1 ton menjadi hingga 1,6 ton. “Biji jagungnya penuh sampai pucuk dan ukurannya lebih panjang. Hasil panen kami meningkat, dan dengan harga jagung yang sekarang mencapai Rp6.250 per kilogram, kami bisa lebih sejahtera,” katanya. Mirhoni berharap ke depan petani di Pupus mendapat dukungan tambahan berupa alat pertanian modern untuk meringankan pekerjaan dan meningkatkan efisiensi produksi. (DmS)