Connect with us

Pendidikan

Ketoprak Jadi Media Literasi, Kepala SMPN 1 Magetan Ajak Siswa Cintai Budaya di Era Digital

Published

on

Ketoprak Jadi Media Literasi, Kepala SMPN 1 Magetan Ajak Siswa Cintai Budaya di Era Digital

RASI MEDIA – Di tengah gempuran gawai, media sosial, dan hiburan digital, Kepala SMP Negeri 1 Magetan, Joko Margono, justru menghidupkan kembali seni ketoprak sebagai media literasi di sekolah. Melalui pementasan ketoprak, siswa diajak belajar membaca, menulis naskah, memahami sejarah, melatih keberanian berbicara, hingga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah. “Saya ingin anak-anak mengenal daerahnya melalui cerita yang mereka mainkan sendiri,” ujar Joko Margono.

Gagasan tersebut telah ia terapkan sejak memimpin SMP Negeri 2 Lembeyan yang saat itu mengalami penurunan jumlah peserta didik. Melihat masyarakat sekitar masih menyukai kesenian tradisional, ia menjadikan ketoprak sebagai identitas sekolah hingga pementasannya berhasil menarik perhatian warga dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Saat memimpin SMP Negeri 2 Panekan, Joko juga mengembangkan pementasan ketoprak dengan memanfaatkan gamelan reog sebagai solusi keterbatasan siswa memainkan gamelan karawitan. “Pertunjukan tetap jalan meski menggunakan gamelan reog. Sebagian orang akan merasa aneh, tapi itu cara memberikan contoh kepada siswa untuk tetap kreatif di tengah keterbatasan,” katanya.

Baca Juga:  UNESA Kampus 5 Magetan Gelar PKKMB, Sambut 1.825 Mahasiswa Baru

Tidak berhenti pada pementasan, Joko juga menulis sekitar 12 naskah ketoprak yang mengangkat sejarah desa, kecamatan hingga sejarah berdirinya Kabupaten Magetan. Menurutnya, siswa lebih mudah memahami sejarah ketika mereka memerankan langsung tokoh-tokoh dalam cerita. “Kalau anak-anak sudah memahami alur cerita, satu bulan sebenarnya sudah selesai. Mereka tidak harus menghafal semua dialog. Yang penting memahami jalan ceritanya. Dari situ kreativitas mereka tumbuh sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga:  Diduga Jual Aset Yayasan, Oknum Salah Satu Pendiri SMK PGRI Maospati Dilaporkan Polisi.

Kini, semangat melestarikan budaya itu terus ia bawa di SMP Negeri 1 Magetan dengan memadukan pembelajaran seni tradisi dan teknologi, termasuk merintis kelas robotik bersama perguruan tinggi. Joko berharap generasi muda mampu menguasai teknologi tanpa meninggalkan akar budayanya. “Anak-anak boleh go international, tetapi jangan sampai meninggalkan budaya bangsa. Budaya adiluhung nenek moyang kita bisa kita kolaborasikan dengan teknologi,” pungkas Joko Margono.

Baca Juga:  Kenalkan Beragam Profesi, Kelas Inspirasi Magetan Sambangi SDN Baron 1.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM