Connect with us

Politik & Pemerintahan

Kecamatan Panekan Jadi Kantong Kemiskinan di Magetan, Anggota DPRD Magetan Dorong Ada Industri Pertanian.

Published

on

Kecamatan Panekan Jadi Kantong Kemiskinan di Magetan, Anggota DPRD Magetan Dorong Ada Industri Pertanian.

RASI FM – ⁠Anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Partai Keadilan Sejahtera Preminiwati mendorong adanya industri pengolahan produk pertanian di Kecamatan Panekan untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat. Panekan menjadi penyumbang angka kemiskinan di Kabupaten Magetan, padahal menurutnya wilayah Panekan merupakan penghasil produk pertanian yang potensial untuk dikembangkan menjadi hasil produk pertanian berkelas industri.

Baca Juga:  Bulan Mutu Ikan 2025, Riyono Caping Dorong Peningkatan Konsumsi Ikan dengan Memberikan Bantuan Peternakan Ikan.

”Panekan itu kecamatan kaya dengan berbagai sumber hortikultura, produk pertaniannya juga kuat banget tapi jumlah kemiskinan penduduknya itu tinggi. Perlu kreatifitas hasil pertanian untuk menjadi sumber usaha, perlu pelatihan untuk meningkatkan hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi untuk mengentaskan kemiskinan. SDMnya juga masih kurang,” ujarnya.

Untuk mendorong berkembangnya industri pertanian di Kecamatan Panekan, Preminiwati mengaku akan menempatkan titik pokir berupa sarana infrastruktur pertanian untuk memudahlkan mobilitas hasil pertanian serta pelatihan serta bantuan sarana dan prasarana pengembangan produk pertanian di kecamatan Panekan.

Baca Juga:  Ada 37 TPS Khusus di Pemillu 2024 Mendatang, 36 TPS Berada di Pesantren Al Fatah Temboro.

“Kami akan menempatkan titik titik pokir itu yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya infrastruktur sarana dan prasarana pertanian agar memudahkan masyarakat mengangkut hasil pertanian. Yang kedua adanya pelatihan, pelatihan pembuatan produk yang mengubah dari produk biasa menjadi produk yang memopunyai nilai jual tinggi,” imbuhnya.

Baca Juga:  Satgas Covid 19 Magetan Usulkan Pemberlakuan Jam Malam, Sejumlah Daerah Masuk Zona Merah

Sebelumnya Preminiwati mengapresiasi langkah pemerintah daerah melaksanakan musrenbang secara dapil sehingga bisa mensinkronisasi rencana pembangunan tahun 2026 kedepan dengan melibatkan sejumlah pihak sehingga fokus pembangunan di wilayah dapil bisa dikerjakan oleh seluruh stake holder. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM