RASI MAGETAN – Kapolres Magetan menekankan peran pesilat sebagai penjaga perdamaian dan teladan di tengah masyarakat saat memberikan pengarahan langsung kepada ribuan calon warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Magetan yang akan menjalani prosesi pengesahan. “Bahwa menjadi warga PSHT bukan hanya soal kemampuan fisik, tetapi juga tentang kepribadian, kedewasaan, dan sikap bertanggung jawab,” ujarnya di Padepokan PSHT Kabupaten Magetan, Jum’at malam (5/7/2025).
Selain kemampuan fisik dan kepribadian, Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa juga menekankan. penggunaan media sosial oleh generasi muda. Kapolres mengajak seluruh calon warga agar lebih bijak dalam bermedia sosial dengan menyaring informasi sebelum menyebarkan di media sosial. Menurutnya, media sosial dapat menjadi ruang edukatif dan inspiratif jika digunakan dengan benar, tetapi juga bisa menjadi sumber konflik jika disalahgunakan.
“Gunakan media sosial dengan bijak, pastikan untuk menyaring dahulu informasi yang ada. Dan jangan mudah terprovokasi dengan hal-hal yang belum diketahui kebenarannya,” imbuhnya
Selain itu, Kapolres juga menegaskan agar seluruh calon warga PSHT menjauhi segala bentuk kekerasan. Ia berharap pengesahan tahun ini bisa berjalan aman, tertib, dan menjadi contoh pelaksanaan kegiatan organisasi yang damai dan sejuk. “Sebagai bagian dari PSHT, mari tunjukkan bahwa kita adalah keluarga besar yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Jangan mudah tersulut emosi atau melakukan tindakan yang merugikan orang lain maupun nama baik perguruan,” ucapnya.
Kapolres juga mengapresiasi kekompakan dan kedewasaan para pengurus serta pelatih PSHT yang telah membina para calon warga dengan nilai-nilai luhur. Ia berharap tradisi dan ajaran PSHT terus menjadi benteng moral bagi generasi muda di tengah tantangan zaman. Kapolres juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif menjelang dan selama pengesahan, serta terus menghidupkan semangat khas pesilat Magetan, yaitu “Sing Akur, Kabeh Sedulur.” pungkasnya.(DmS)