News
Jembatan Sungai Jabak Ambrol, Warga Ponorogo Buat Kereta Gantung Untuk Menyeberang ke Trenggalek.
Published
3 minggu agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Warga, Dusun Purworejo , Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur harus menggunakan kereta gantung sederhan dari kerangka besi dan kayu untuk melintasi Sungai Jabak menuju Kabupaten Trenggalek maupun sebaliknya. Kereta gantung manual yang ditarik oleh warga tersebut menyambung jembatan yang sebelumnya ambrol diterjang banjir pada Hari Jumat (2/1) lalu. Suyanto, salah satu warga Desa Gedangan selaku pengelola kereta gantung tersebut mengatakan, alat penyebrangan kereta gantung merupakan inisiatif dari warga agar mereka bisa beraktifitas menyerbangi sungai ke Kabupaten Trenggalek. “ Kami inisiatif patungan, terkumpul sekitar Rp10 juta untuk membangun kereta gantung darurat karena jembatan yang kami bangun ambrol buelan kemarin,” ujarnya dilokasi penyerberangan Minggu (15/2/2026).
Suyanto menambahkan, sebelunmya warga tidak memiliki kesulitan berangket kerja maupun sekolah dengan melintasi jembatan diatas Sungai Jabak menuju ke Kabupaten Trenggalek karena mayoritas warga Desa Gedangan bekerja dan sekolaah ke kabupaten Trenggalek yang lebih dekat dibandingkan ke Ponorogo. Dia mengaku jembatan yang dibangun warga awalnya adalah jembatan bambu yang dibangun tahun 2010. Warga akhirnya sepakat secara swadaya membangun jembatan beton untuk menghubungkan desa Gedangan dengan Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. “Awalnya jembatannya dari anyaman bambu. Tahun 2014 sedikit demi sedikit kami kumpulkan uang hingga dana swadaya waktu itu sekitar Rp300 juta untuk membangun jembatan beton,” imbuhnya.
Namun pada Hari Jumat (2/1) banjir menghantam 2 pondasi jembatan sepanjang 70 meter tersebut yang membuat badanjembatan sepanjang 25 ambrol ke dasar sungai. “ Untuk nyeberang warga menggunakan kereta gantung karena jembatan yang ambrol sepanjang 40 meter,” ucap Suyanto.
Sementara Kepala Dusun Purworejo, Sumarno, mengatakan jembatan Sungai Jabak merupakan akses terdekat menuju Kabupaten Trenggalek. Warga terdampak ambrolnya jembatan sebanyak 750 orang tesebut terpaksa memilih menyeberangi sungai dengan menggunakan kereta gantung manual tersebut. “Ini akses tercepat untuk menuju ke Kabupaten Trenggalek. Ada jalan lain tapi harus memutar sekitar 20 kilometer,” katanya.
Lokasi Desa Gedangan berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota, lebih dekat ke Kabupaten Trenggalek sehingga keberadaan jembatan tersebut sangat bermanfaat bagi warga menuju ke Trenggalek. Sumarno berharap Pemkab Ponorogo menaruh perhatian terhadap ambrolnya jembatan tersebut sehingga masyarakat bisa melintasi jembatan dengan nyaman dana aman. “Semoga segera dibangunkan jembatan yang mumpuni,” ucapnya.
409 total views, 3 views today


