Connect with us

News

PSMTI Kabupaten Magetan Gelar Perayaan Imlek Secara Sederhana, Tekankan Pererat Tali Silaturahmi dan Ajak Warga Tionghoa Berperan Melalui Kegiatan Sosial

Published

on

PSMTI Kabupaten Magetan Gelar Perayaan Imlek Secara Sederhana, Tekankan Pererat Tali Silaturahmi dan Ajak Warga Tionghoa Berperan Melalui Kegiatan Sosial

RASI MEDIA – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Magetan menggelar perayaan Tahun Baru Imlek 2026 secara sederhana bersama keluarga dan kerabat. Ketua PSMTI Kabupaten Magetan, Ayu Nilawati, menegaskan bahwa perayaan Imlek tahun ini lebih menekankan pada upaya mempererat tali silaturahmi serta mendorong warga Tionghoa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ayu Nilawati menjelaskan, tradisi malam Imlek umumnya diisi dengan agenda berkumpul bersama keluarga besar dan mengunjungi orang tua atau anggota keluarga yang lebih tua. Momentum tersebut menjadi sarana untuk saling memberi rasa hormat atau pae sojah serta berbagi angpao kepada anggota keluarga yang belum menikah. “Perayaan Imlek identik dengan kebersamaan keluarga. Kita berkumpul, makan bersama, dan saling berkunjung untuk mempererat hubungan persaudaraan,” ujarnya.

Baca Juga:  Sutoyo, Anak Mbah Mintarsih Rencananya Akan Pulang Kampung Dan Buka Warung.

Ia menambahkan, masyarakat Tionghoa di Magetan memiliki latar belakang agama yang beragam, mulai dari Islam, Kristen, Katolik hingga Buddha. Meski demikian, perayaan Imlek tetap dilaksanakan sebagai bagian dari tradisi budaya. Menurutnya, nilai utama dari Imlek adalah menjaga hubungan kekeluargaan serta memperkuat persaudaraan lintas agama dan latar belakang sosial melalui kunjungan antar keluarga maupun sahabat.

Baca Juga:  Dinas KB Magetan Usulkan Keberadaan Rumah Aman Untuk Memfasilitasi Kebutuhan Rumah Aman bagi Perempuan dan Anak Yang Butuh Pendampingan.

Selain tradisi berkumpul, sajian khas seperti kue keranjang juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Ayu menyebut, kue berbahan dasar ketan tersebut melambangkan persatuan dan kekompakan dalam keluarga maupun masyarakat. Rasa manis yang dihasilkan menjadi simbol harapan agar hubungan persaudaraan senantiasa harmonis dan penuh kebahagiaan.

Lebih lanjutnya, Ayu mengajak para pengusaha dan warga Tionghoa yang telah mendapatkan keberkahan rezeki untuk ikut turun langsung membantu masyarakat yang kurang beruntung. Ia berharap momentum Imlek dapat menjadi pengingat pentingnya berbagi kepada sesama melalui kegiatan sosial seperti pengobatan gratis, Berbagi sembako, hingga bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:  PT Inka Akan Kembangkan Alat Trasnportasi Bertenaga Listrik di Sarangan.

PSMTI Kabupaten Magetan sendiri secara rutin menggelar kegiatan sosial setiap bulan, mulai dari pelayanan kesehatan gratis hingga pembagian bantuan kepada warga. Ke depan, berencana memperluas kegiatan sosial melalui kunjungan ke panti jompo, lembaga pemasyarakatan, hingga panti asuhan. “Harapan kami di Tahun Baru Imlek ini, semakin banyak warga Tionghoa yang tergerak hatinya untuk berbagi dan berkontribusi kepada masyarakat tanpa memandang suku maupun agama. Karena pada dasarnya, kebahagiaan akan terasa lebih bermakna ketika kita dapat membantu sesama,” tutupnya.

 836 total views,  3 views today