News
Tempati Aset Pemkab, Warga Magetan yang Tergusur Hanya Dapat Bantuan Rp 2 Juta : Kami Jual Genting dan Kayu Rumah yang Dirobohkan untuk Sewa Rumah.
Published
10 bulan agoon
By
rasinews
RASI MAGETAN – Sejumlah warga RT 12 Kelurahan Maospati, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur terpaksa menjual genting dan kayu dari reruntuhan rumah mereka yang dirobohkan tenaga bantuan dari kelurahan untuk mencari tambahan uang sewa rumah setelah mereka tak bisa lagi menempati lahan milik pemerintah Kabupaten Magetan. Dwi salah satu warga RT 12 mengaku uang santunan dari pemerintah desa sebesar Rp 2 juta tak cukup untuk sewa rumah. “Disini sewanya paling murah Rp 5 juta pertahun, itupun lantainya tanah. Uang santunan hanya Rp 2 juta terpaksa menjual sisa genting dan kayu rumah kami yang sudah dibongkar. Ada yang laku Rp 200 ribu. Ya selakunya untuk tambah ngontrak,” ujarnya ditemui menungu pembeli di depan rumahnya yang tinggal tembok karena atap sudah dibongkar Selasa (1/7/2025).
Dwi mengaku juga mengambil sisa sisa batu bata tembok rumahnya meski banyak yang rusak untuk dibawa sebelum rumahnya diratakan oleh pemerintah daerah untuk dibangun kios. Dia mengaku sudah tinggal di lokasi yang dikenal dengan kawasan Totokan sejak tahun 1987 bersama dengan keluarganya dengan menyewa lahan tersebut kepada pihak desa. “Sewanya Rp 60 ribu pertahun ke perangkat desa. Sejak 2016 sudah tidak mau dibayar sewanya karena ternyata kami mau digusur. Kami memang pasrah harus pindah. Tapi setidaknya kalau bisa kami dibantu untuk sewa rumahlah meski hanya setahun karena kami harus mulai lagi hidup ,“ imbuhnya.
Sementara salah satu warga lainnya yang enggan menyebutkan namanya mengaku sejak lahir sudah menempati lahan milik pemkab Magetan dan hanya bisa pasrah di gusur karena memang menyadari haknya hanya menempati. Meski hanya mendapat bantuan Rp 2 juta dari pemerintah daerah dia bersyukur masih ada bantuan dari anggota DPRD Magetan dari Partai Golongan Karya untuk menambah biaya sewa rumah. “Kemarin hanya dapat bantuan Rp 2 juta, beruntung dari anggopta DPRD Magetan Partai Golkar urunan membantu kami setiap KK dapat Rp 1 juta untuk tambah sewa rumah. Kami harap janji warga sini diberi kesempatan untuk bisa jualan di kios yang akan dibangun bisa ditempati,” katanya.
Sebelumnya sebanyak 18 kepala keluarga yang menempati lahan aset pemerintah daerah di RT 12 Kelurahan Maospati digusur untuk pembangunan kios. Rencananya pemerintah daerah akan mengembangkan kawasan tersebut untuk kegiatan UMKM. Ke 18 kepala keluarga diberi bantuan oleh kelurahan Maospati sebesar Rp 2 juta rupiah dan diberi bantuan ongkos angkut serta tenaga pembongkaran. Sejumlah warga memanfaatkan bekas genting dan kayu dijual untuk mendapatkan biaya tambahan mengontrak rumah karena biaya kontrak rumah yang cukup tinggi di kawasan Moaspati yang mencapai Rp 5 juta rupiah setahun. (DmS)
VISUAL NEWS klik
676 total views, 3 views today
You may like

Batal Mengundurkan Diri, Dinas PMD : Tidak Cukup Hanya Omongan, Kades Taji Harus Membuat Surat Pernyataan Pencabutan Pengunduran Diri Secara Resmi.

Kakak Beradik Atlet Ski Air Magetan Tembus 10 Besar Kejurprov 2025 di Gresik

18 KK Digusur Tanpa Dapat Bantuan Pemerintah Daerah, Angggota DPRD Magetan : Ini Ironis

Belum Terapkan WFA, Pemkab Magetan Masih Godok Perbup Target Kerja Untuk Menepis Stigma Negatif Libur.

Ada 2000 Lebih Pelamar CPNS 2024 di Magetan, Formasi Dokter Spesialis Masih Sepi Peminat.

Tingkatkan SDM Pengawas Dalam Inovasi Pelayanan, Pemkab Magetan Gelar Pelatihan Struktural Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan VI Tahun 2024.


