Connect with us

Olahraga&Kes

Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Pastikan Tenaga Kesehatan dan Apotik Untuk Tidak Meresepkan Obat dalam Bentuk Cair dan Sirup

Published

on

Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Pastikan Tenaga Kesehatan dan Apotik Untuk Tidak Meresepkan Obat dalam Bentuk Cair dan Sirup

Rasi Fm – Dinas Keshatan Kabupaten Magetan memastikan telah menyampaikan himbauan kepada seluruh tenaga kesehatan maupun apotik untuk menghentikan sementara waktu penjualan obat berbentuk sirup atau cair sesuai dengan himbauan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Rohmat Hidayat mengatakan, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan seluruh fasilitas kesehatan serta seluruh apotik di Kabupaten Magetan untuk sementara waktu tidak menjual dan meresepkan obat dalam bentuk cair.

Baca Juga:  Masa Pandemi, Tingkat Kunjungan Ke Sarangan Menurun Drastis

“Sudah kita himbau kepada seluruh tenaga kesehatan serta apotik yang ada sementara waktu tidak menjual, sambil kita menunggu pengumuman dari Kementrian Kesehatan. Tidak hanya paracetamol tapi semua obat dalam bentuk cairan maupun sirup sementara waktu jangan diresepkan dulu,” ujarnya.

Rohmat Hidayat menambahkan, hingga saat ini instruksi yang dilkeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia baru pada tahap himbauan untuk tidak meresepkan dan tidak menjual obat sirup.

Dia memastikan belum ada penarikan obat dalam bentuk cair maupun sirup di Kabupaten Magetan karena masih menunggu keputusan dari Kemenrtrian Kesehatan Republik Indonesia lebih lanjut.

Baca Juga:  Selama Pemberlakuan PPKM Darurat, Jalur Pendakian Puncak Lawu Ditutup Total

“Kalau edaran Dinas Kesehatan yang kita terima Dinas Kesehatan itu tidak ada kalimat untuk ditarik, untuk tenaga kesehatan intinya tidak lagi meresepkan lagi obat dalam bentuk cair,” imbuhnya.

Melalui Surat Edaran Kemenkes Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak yang ditandatangani Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami pada 18 Oktober 2022 menginstruksikan Seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk syrup kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga:  Junjung Sportifitas, Pesan Bupati Kepada Kontingan Atlit Magetan Yang Mengikuti Kejuaran Porprov Jatim 2022.

Kemenkes mengeluarkan instruksi tersebut lantaran adanya kenaikan kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak usia balita diberbagai wilayah di Indonesia. (DmS)

 376 total views,  3 views today