Connect with us

Hukum & Kriminal

Kades Pojok Ditahan Karena Tersandung Kasus Judi, Dinas PMD : Berpotensi Bakal Diberhentikan.

Published

on

Dua Desa di Magetan Belum Ajukan Pencairan DD, Bisa Berakibat Dicoret Dari Penerima DD.

RASI FM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Magetan menyayangkan tingkah laku Kepala Desa Pojok Dedy Sumedi yang ditangkap anggota Polisi saat main judi di Bulan Ramadhan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Magetan Eko Muryanto mengatakan, pihaknya masih menunggu proses hukum dari pihak kepolisian terkait sanksi hukum yang akan diterima kades Pojok.

“Kita ikuti proses hukumnya, judi itu 303, ada yang bisa ada yang murni, ancamannya ada yang 4 ada yang 10. Di peraturan itu diatur ketika pidana umum TSK itu belum bisa diberhentikan, dia bisa diberhentikan kalau posisinya terdakwa artinya posisinya sudah di pengadilan. Diberhentikannya juga ada syarat dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun. Kalau dia tidak kena 5 tahun misalkan dia kena 4 tahun selesai, dia kembali lagi,”ujarnya.

Baca Juga:  Berhasil Buka Jalan ke Sawah, Kepala Dusun di Desa Taji Justru Diminta Lepas Baju dan Meminta Maaf Kepada Warga.

Eko Muryanto menambahkan, untuk pelaksanaan pemerintahan desa saat ini Desa pojok tetap dipimpin oleh Kepala Desa Dedy Sumedi dengan melaksanakan tugas dari baik tahanan karena ada ketentuan tidak boleh mengangkat PLH.

“Prinsipnya penyelenggaraan pemerintahan tidak boleh terganggu, ini karena tidak boleh ngangkat PLH. Maka administrasi diantar ke tahanan atau dititipkan di LP atau polres. Proses administrasi ditangani temen pemerintah desa,” imbuhnya.

Baca Juga:  Tergiur Untung Banyak, 2 Agen di Ngawi Ini Palsukan Air Mineral Merk Terkenal

Adanya ketentuan jika Kepala desa selama 6 bulan tidak bisa menjalankan roda pemerintahan maka bisa diberhentikan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemeritah daerah nantinya juga akan melakukan pemeriksaan khusus atau riksus terhadap ketentuan hukum yang diterima Kades Pojok Dedy Sumedi jika masa tahanan melebihi dari 6 bulan. Masa jabatan Dedy Sumedi selaku kepala Desa Pojok akan berakhir pada 17 Desember 2025 mendatang.

”Diperda diatur ketika 6 bulan tidak bisa melaksanakan tugas dikenai sanksi. Pengenaan sanksinya bukan karena putusannya karena ada riksus. Putusan pengadilan lampiran dari kasus itu. Misalkan kena 1 tahun bisa diproses tapi prosesnya bukan putusan langsung dihentikan, tetapi ada riksus ulang. Kalau dia misalkan 2 bulan keluar ada hukuman juga, administrasi ringan apakah teguran atau penjatuhan hukuman ringan sedang ada risksusnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Berkas Pendaftaran Bacaleg PDIP Sempat Dikembalikan KPU, PDIP Jadwalkan Kembali Mendatangi KPU Magetan.

Sebelumnya Dedy Sumedi, Kepala Desa Pojok, Kecamatan Kawedanan diamankan oleh anggota Polsek Kawedanan bersama dengan kedua rekannya saat main judi di hari pertama Bulan Puasa. (DmS).

 145 total views,  3 views today