RASI FM – Dua desa di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan yaitu desa Bedagung dan Desa Ngiliran melaksanakan kegiatan dawuhan dengan melaksanakan selamatan serta tebar beras di sumber Molang, salah satu mata air yang selama ini digunakan oleh warga untuk mengairi tanaman padi dan memnuhi kebutuhan air bagi warga. Sekretaris Desa Bedagung, Tri Nur Hidayat mengatakan, kegiatan adat yang dilaksanakan di Sumber Molang dimana warga Desa Bedagung dan Desa Ngiliran menggelar selamatan dengan membawa makanan di jodang masing-masing. Kegiatan Dawuhan dilaksanakan dimoso pitu di hari Selasa Kliwon.
“Adat bersih desa atau Dawuhan di Desa Bedagung ini berbeda dengan yang lain, kalau desa lainya biasa dilakukan bulan Suro di desa Bedagung ini kita lakukan di moso Pitu, biasane di bukan November, Desember dan Januari diantar bulan ini kita mencari hari Selasa Kliwon,” ujarnya.
Tri Nur Hidayat menambahkan, ritual dawuhan biasanya dilaksanakan pagi hari dengan selamatan bersama Yang dilanjutkan dengan ibu-ibu kedua desa membawa hasil bumi atau biasanya beras, yang ditabur di sumber Molang sebagai bentuk wujud syukur atas berkah limpahan sumber air dari Sumber Molang yang telah membuat tanaman padi mereka melimpah. Kegiatan tabor beras juga bermakna menghormati keberadaan sumber molang dimana masyarakat sekitar bergantung kepada alam atas kebradaan sumber air. Tabur beras juga sebagai simbol merawat alam. “Paginya kita awali selamatan bersama, lalu ibu-ibu ini membawa hasil bumi atau biasanya beras, yang ditabur di sumber Molang sebagai wujud syukur atas berkah limpahan sumber air yang sudah dinikmati masyarakat. Hakekat menyebar beras ini kita berbagai dengan mahluk lain yang diciptakan oleh Allah,” ujarnya.
Siti salah satu warga Ngiliran mengaku tabor beras di sumber Molang sudah dilakukan oleh nenek moyang mereka sebagai bentuk rasa syukur dan menghormati alam tempat mereka bergantung hidup. Kelestarian alam menurutnya harus dijaga untuk keberlangsungan hidup anak cucu mereka. “Namanya sawur kita tebar beras di sumber Molang ini sudah tradisi dari nenek moyang dulu. Maknanya sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas melimpahnya air yang bisa digunakan untuk pertanian dan kebutuhan air masyarakat,” katanya,
Acara Dawuhan atau bersih di Desa Bedagung dan Desa Ngiliran akan ditutup dengan acara Tayuban atau Gambyong yang akan digelar di rumah Kepala desa pada malam harinya.(DmS)