News
Cuaca Membaik, Pos Cemoro Sewu Pastikan Buka Kembali Jalur Pendakian Tektok.
Published
3 bulan agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Pengelola jalur pendakian via pos Cemoro Sewu Kabupaten Magetan, Jawa Timur memastikan jalur pendakian tek-tok Gunung Lawu kembali dibuka setelah sempat ditutup akibat cuaca ekstrem. Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, mengatakan, pengelola tidak pernah menutup total jalur tersebut, melainkan hanya menunda sementara aktivitas tek-tok karena hujan dan angin. “Beberapa waktu lalu terjadi hujan dan angin, jadi sempat kita pending. Bukan kita tutup. Kalau ditutup itu kan dalam waktu tertentu ditutup. Ini hanya melihat situasi cuaca secara kondisional. Kalau cuaca sudah baik, kita buka kembali,” ujarnya ditemui di Pos Cemoro Sewu Minggu (8/2/2026)
Mulyadi menambahkan, kondisi cuaca saat ini mulai membaik. Berdasarkan prediksi BMKG, angin tidak akan terlalu kencang, meski hujan masih mungkin terjadi. Ia menegaskan, aktivitas tek-tok tetap diperbolehkan selama pendaki memenuhi persyaratan keselamatan. “Tek-tok boleh. Yang jelas mereka harus siap safety saat mendaki seperti kebutuhan pakaian hangat, obat obatan serta perbekalan makanan,” imbuhnya.
Meski sempat menutup pendakian tektok, namun Mulyadi memastikan untuk pendaki yang melakukan kegiatan camping di Puncak Gunung Lawu tetap diperbolehkan karena dinilai lebih siap secara perlengkapan dan keselamatan. Meksi sejumlah pos pendakian ke puncak Gunung Lawu ditutup, namun ia memastikan Pos Cemoro Sewu tetap dibuka. “Kami tidak pernah menutup Cemoro Sewu. Pertimbangannya jalurnya aman. Jadi bagi pendaki yang ingin muncak menjelang puasa, silakan lewat Cemoro Sewu,” imbuhnya.
Ia menambahkan, kabut atau hujan tidak terlalu berpengaruh selama tidak disertai angin kencang. Jalur Cemoro Sewu menuju puncak dinilai lebih aman karena didominasi medan berbatu. “Jalurnya berbatu, jadi airnya tidak sampai mengalir di jalur pendakian yang membuat jalur pendakian licin. Jalur Cemoro Sewu lebih aman,” jelasnya.
Untuk faktor keselamatan, Perhutani juga memastikan keberadaan titik-titik istirahat di sepanjang jalur yang terdapat warung milik warga.. “Di setiap pos ada warung, kecuali pos 3 dan 4 yang memang belum ada. Pos 1, 2, dan 5 ada warung, jadi lebih aman bagi pendaki,” pungkasnya.
984 total views, 3 views today
You may like

Magetan Jadi Daerah Perdana Penyaluran Jagung SPHP di Jatim, Peternak Dapat Harga Maksimal Rp5.500 per Kilogram

Tanggapi Harga Telur Anjlog, Anggota Komisi IV DPR RI : Ada Impor Telur Pasti Kami Tolak

Dua Tersangka Dugaan Korupsi Pokir DPRD Magetan Masih Terima Gaji Pokok, Sejumlah Tunjangan Mulai Ditangguhkan

Diberhentikan Usai Selewengkan Dana Desa Rp 325 Juta, Pemdes Taji Proses Penggantian Bendahara Desa.

Puluhan Peternak Ayam Petelur Magetan Geruduk Dinas Peternakan, Protes Harga Telur Anjlok di Bawah HPP.

KPU Magetan Aktif Perbarui Data Pemilih Berkelanjutan, Sasar Usia Ekstrem hingga Perubahan Status Warga


