Rasi Fm – Beternak ikan koi sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh Parlan, warga Desa Driyorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan. Di rUmah sederhananya tersebut dia memiliki 4 kolam berukuran besar dan 1 kolam ukuran sedang. Pada awalnya dia mengaku budidaya ikan lele, namun karena budidaya ikan lele dan ikan gurami terbentur dengan harga pakan serta kurang menguntungkan, Parlan kemudian beralih membudidayakan ikan koi.
“Jadi akhirnya punya inisiatif bagaimana bisa breading ikan koi ini. Meski pengalaman sedikit masih belajar Alhamdulillah bisa breading sendiri,” ujarnya.
Dari ketekunan mempelajari cara membudidayakan ikan koi dengan menghasilkan anakan ikan koi membuat usaha Parlan mengalami peningkatan jumlah ikan koi miliknya. Saat ini dia mengaku memiliki sekitar 20.000 anakan ikan koi yang siap jual dari berbagai harga. Untuk melakukan penjualan dia mengaku tak kesulitan karena pembeli dari berbagai kota sekitar seperti Madiun, Kabupaten Ngawi hingga Kabupaten Ponorogo dan juga Kota Sragen.
“ Dari Rp 1.000 kita sudah beli. Kalau agak mahal ikan kropyokan itu sampai Rp 150.000. Kalau untuk pendapatan perbulan bisa mencapai Rp 3 juta,” imbuhnya.
Tak pelit dengan ilmu yang dimilikinya, Parlan mengaku siap menampung ikan koi warga yang ingin dititipkan untuk berkembang biak di kolamnya. Menrutnya untuk bisa sukses beternak ikan koi memang harus ulet dan sabar mempelajari kebiasaan ikan koi.
“Kemarin ada yang khawatir ikannya mati saat breading, jadi akhirnya dititipkan disini,” ujarnya. (DmS)