Connect with us

Politik & Pemerintahan

Wabup  Magetan Imbau Pedagang Cantumkan Harga, Cegah “Getok Harga” Jelang Lebaran

Published

on

Wabup  Magetan Imbau Pedagang Cantumkan Harga, Cegah “Getok Harga” Jelang Lebaran

 

RASI MEDIA – Pemerintah Kabupaten Magetan mengimbau para pedagang, khususnya di kawasan wisata, untuk mencantumkan daftar harga secara jelas kepada konsumen. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah praktik “getok harga” yang kerap dikeluhkan wisatawan, terutama saat momentum libur Lebaran.

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menegaskan bahwa transparansi harga menjadi kunci menciptakan kenyamanan bagi pengunjung. Ia meminta para pedagang menuliskan harga pada setiap produk yang dijual, baik makanan maupun jasa, sehingga pembeli bisa mengetahui sejak awal sebelum melakukan transaksi.“Kalau perlu yang jualan itu memasang harga, misalnya bakso satu porsi sekian. Jadi orang tahu, mau beli atau tidak. Kalau sudah jelas harganya, tidak ada lagi alasan untuk mengeluh atau merasa ditipu,” ujarnya.

Baca Juga:  Lantik Pejabat Fungsional, Bupati Magetan : Penyederhanaan Birokrasi Untuk Ciptakan Birokrasi yang Dinamis.

Menurutnya, praktik menaikkan harga secara tidak wajar justru akan berdampak buruk bagi pelaku usaha sendiri. Wisatawan yang merasa dirugikan kemungkinan besar tidak akan kembali berkunjung, bahkan bisa menyebarkan pengalaman buruknya melalui media sosial.“Kalau wisatawan sampai kapok karena merasa ‘digetok’, itu sama saja bunuh diri bagi pedagang. Mereka mungkin dapat keuntungan sesaat, tapi setelah itu pengunjung tidak akan kembali lagi,” tegasnya.

Baca Juga:  Warga Magetan Masih Beradaptasi Pengalihan Jalur, Pelaku UMKM Belum Ada Dampak Langsung Ekonomi.

Suyatni menambahkan, peningkatan kunjungan wisata tidak hanya bergantung pada promosi, tetapi juga pada kualitas pelayanan. Ia menekankan pentingnya memberikan pengalaman yang nyaman bagi wisatawan agar mereka betah dan ingin kembali ke Magetan.“Yang utama itu kenyamanan dulu. Kalau belum nyaman, mau bicara peningkatan kunjungan juga sulit. Orang itu punya uang, tapi mereka akan memilih tempat yang membuat mereka nyaman,” jelasnya.

Baca Juga:  Warga Desa Truneng Meminta Transparansi Anak Kades dan Perangkat Desa Dapat Nilai 95 Tes Pengisian Perangkat.

Meski demikian, ia menyebut imbauan pencantuman harga ini belum bersifat wajib, melainkan masih dalam tahap edukasi kepada para pedagang. Pemerintah berharap kesadaran pelaku usaha tumbuh demi menjaga citra pariwisata Magetan.“Ini masih imbauan, belum ada kewajiban. Tapi kami harap pedagang sadar untuk memasang harga agar tidak terjadi praktik ‘getok harga’,” pungkasnya.

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM