Connect with us

News

Tembang Kecil untuk Besarnya Cita-Cita Anak TK dan PAUD di Magetan dari Guru Niken Salindri.

Published

on

Tembang Kecil untuk Besarnya Cita-Cita Anak TK dan PAUD di Magetan dari Guru Niken Salindri.

RASI MAGETAN – Riuh tepuk tangan terdengar ketika para guru tampil anggun dengan dandanan ala “Niken Salindri” di aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magetan. Dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang digelar Penilaian Kinerja Guru (PKG) Magetan, guru-guru TK dan PAUD dari berbagai kecamatan menunjukkan kreativitas melalui Lomba APE, Senam Pinarak Magetan, dan Lomba Tembang. Salah satu pesertanya, Platinia Putri (23), guru TK Cempaka Kecamatan Maospati, mencuri perhatian lewat kebaya merah dan suara merdunya saat membawakan lagu Magetan Kabupaten Literasi dan tembang ciptaan sendiri. Bakat menyanyi yang ia miliki sejak kecil kini menjadi modal utama dalam mengajar. “Guru TK itu harus bisa nyanyi, harus bisa bercerita, masak juga bisa, bersih-bersih juga bisa,” ujarnya sambil tersenyum saat ditemui di sela perlombaan, Kamis (13/11/2025).

Baca Juga:  Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Temukan Puluhan Siswa SMP Sayat Pergelangan Tangan

Platinia memilih tema “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” untuk lagu ciptaannya. Lagu itu ia garap untuk menanamkan kebiasaan baik pada siswa sejak dini. Menurutnya, bernyanyi adalah cara paling efektif untuk menjaga suasana belajar tetap menyenangkan, terutama bagi siswa yang mengalami speech delay. “Anak bisa having fun. Pokoknya ada apa, kita nyanyiin jadi lagu,” katanya. Kelelahan mengajar tiga hingga empat jam tiap hari terbayar ketika melihat siswa yang awalnya tak bisa menulis mulai mengenal huruf dan angka. Meski masih berstatus honorer dan menempuh pendidikan S1, ia tetap bersemangat. “Mengajar bukan hanya soal uang, tetapi membentuk karakter anak,” ujarnya.

Baca Juga:  Tahun Ini Dua Desa di Magetan Mendapat Bantuan Sambungan Air Program HAMP.

Di panggung yang sama, guru muda lain bernama Miftahul Anisa Putri (23) dari TK Dharma Wanita Kecamatan Karangrejo juga tampil memukau. Penampilannya yang anggun membuat peserta lain berbisik “mirip Niken Salindri”. Meski pemalu, Miftahul berubah menjadi pribadi penuh semangat ketika bercerita tentang dunia anak. Ia mengandalkan lagu sebagai media utama pembelajaran. “Kalau diajari biasa mereka sulit ingat, tapi kalau dibuat lagu, mereka hafal cepat,” jelasnya. Pengalaman paling membekas baginya adalah ketika mengajar anak berkebutuhan khusus yang perlahan menunjukkan perkembangan lewat nyanyian. Ia juga mencipta lagu tentang cita-cita anak menjadi dokter, lengkap dengan pesan tentang pentingnya belajar dan berbakti kepada orang tua. “Khayalan anak-anak itu luas. Dari situ saya bikin lagu,” katanya.

Baca Juga:  Tempelkan Bawang Merah di Telapak Kaki Sebelum Tidur Dan Rasakan Manfaatnya

Ketua PKG Kabupaten Magetan, Lilik Puji Astuti, menyatakan bahwa lomba HGN 2025 bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan ruang pengembangan kompetensi guru. Total 136 peserta berpartisipasi dari berbagai kecamatan. Ia menegaskan bahwa kreativitas guru berpengaruh langsung pada kualitas pembelajaran. “Kalau guru kreatif, kemampuan anak meningkat lebih cepat,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini menjadi pemicu inovasi baru di kelas, terutama dalam pendekatan pembelajaran yang mengutamakan seni, lagu, dan gerak. Guru-guru muda seperti Platinia dan Miftahul menjadi wajah segar pendidikan anak usia dini di Magetan—sebuah pengingat bahwa masa depan sering kali dimulai dari tembang kecil yang dinyanyikan di ruang kelas sederhana.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM