News
Sejumlah Oknum Mengaku Wartawan Geruduk Sekolah di Magetan Minta THR, Kacap Dindik : Dari Ancaman Berita Miring Hingga Permintaan THR.
Published
1 bulan agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Fenomena oknum yang mengatas namakan media dan meminta uang kepada sekolah kembali meresahkan kepala sekolah di Kabupaten Magetan. Sedikitnya belasan orang dilaporkan mendatangi sejumlah sekolah dan meminta uang dengan dalih kerja sama pemberitaan hingga permintaan Tunjangan Hari Raya (THR). Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Ponorogo – Magetan, Maskun mengatakan, pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi atau imbauan kepada sekolah untuk memberikan uang kepada pihak tertentu. “Kalau terkait THR, kalau memang mau memberi itu urusan pribadi, bukan urusan lembaga. Itu bersifat kemanusiaan. Tidak ada imbauan atau rekomendasi dari Cabang Dinas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa pihak datang ke sekolah dengan menawarkan kerja sama pemberitaan. Namun dalam praktiknya, justru muncul tekanan berupa pemberitaan negatif jika permintaan mereka tidak terpenuhi. Menurutnya, kerja sama media seharusnya bersifat saling menguntungkan. Namun jika justru menimbulkan tekanan atau pemberitaan yang miring, maka hal tersebut tidak dapat dibenarkan.“Namanya kerja sama kan saling menguntungkan. Tapi yang terjadi justru sekolah tidak mendapatkan keuntungan apa pun, malah diberitakan miring seperti tudingan pungli dan sebagainya,” ujarnya.
Cabang Dinas Pendidikan juga telah mengingatkan para kepala sekolah agar lebih berhati-hati dalam menghadapi-pihak yang datang mengatasnamakan media.Selain itu, ia juga menyampaikan komunikasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk menjaga kondusivitas dunia pendidikan di Magetan.“Kami sudah menyampaikan kepada kepala sekolah agar berhati-hati. Kami juga menjalin komunikasi dengan APH agar kondisi pendidikan di Magetan tetap kondusif,” katanya.
Sementara itu, salah satu kepala sekolah di Magetan mengatakan, sekolah didatangi sekitar 15 orang dan meminta sejumlah uang. Permintaan tersebut berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per orang yang mengaku wartawan dari luar Kabupaten Magetan.Kejadian ini membuat sejumlah kepala sekolah merasa resah karena kedatangan mereka tidak selalu ada hubungannya dengan kegiatan peliputan.
Sebelumnya beredar di media sosial foto belasan orang yang mengaku dari sejumlah media mendatangi sekolah di Magetan dengan meminta THR. Dari permintaan Rp 150.000 perorang sekolah akhirnya memberi Rp 50.000 karena belasan oknum wartawan tersebut mendesak pihak sekolah. Mereka menawarkan kerjasama hingga permintaan THR.
895 total views, 3 views today


