News
Sejumlah Oknum Mengatasnamakan Media Diduga Intimidasi Sekolah Minta THR, Polisi Minta Kepala Sekolah Rekam Bukti.
Published
1 bulan agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Polres Magetan meminta pihak sekolah segera melapor jika mengalami intimidasi dari oknum yang mengaku sebagai wartawan dan meminta uang dengan dalih tunjangan hari raya (THR). Polisi juga meminta setiap dugaan intimidasi dilengkapi dengan bukti agar dapat diproses secara hukum. Kasatreskrim Polres Magetan, Joko Santosa mengatakan, laporan terkait dugaan permintaan uang THR ke sejumlah sekolah bisa diproses hukum jika ada bukti kuat. “Kalau kepala sekolah melaporkan adanya intimidasi, tentu bisa langsung ditindak oleh kepolisian atau polsek setempat. Tapi jangan hanya laporan saja, harus ada buktinya,” ujar Joko.
Menurutnya, bukti yang ada bisa berupa rekaman video, saksi, atau dokumentasi saat intimidasi terjadi. Hal itu penting agar kasus dapat diproses secara hukum. “Kalau ada intimidasi sebaiknya direkam, bisa video atau ada saksi. Saat intimidasi itu terjadi direkam supaya ada bukti,” jelasnya.
Joko menambahkan, rekaman kamera pengawas (CCTV) juga bisa menjadi salah satu petunjuk awal jika terjadi pemberian uang. Namun, rekaman tersebut sering kali hanya menampilkan gambar tanpa suara sehingga kurang kuat sebagai alat bukti. “Misalnya ada pemberian uang dan terekam CCTV itu bisa menjadi indikasi. Tapi biasanya CCTV hanya gambar saja, tidak ada suaranya sehingga tidak tahu uang itu diberikan untuk apa,” katanya.
Oleh karena itu, ia menyarankan pihak sekolah untuk merekam video yang juga menangkap percakapan jika terjadi dugaan intimidasi. “Kalau bisa merekam video yang suaranya, supaya lebih kuat sebagai bukti. Dengan begitu ada memperkuat unsur pidananya,” tegasnya.
Polres Magetan memastikan akan menindak tegas jika ditemukan unsur pemerasan atau ancaman dalam praktik permintaan uang tersebut. Polisi juga mengimbau sekolah agar tidak takut melapor jika mengalami tekanan atau intimidasi.
777 total views, 6 views today


