Connect with us

Budaya

Reruntuhan Diduga Candi di Sepi Angin Berpotensi Dilakukan Ekskavasi

Published

on

Reruntuhan Diduga Candi di Sepi Angin Berpotensi Dilakukan Ekskavasi

Rasi Fm – Reruntuhan batu di kawasan Sepi Angin, Kampung Wonomulyo, Desa Geni Langit, Kabupaten Magetan yang diduga merupakan bangunan candi sangat berpotensi untuk dilakukan ekskavasi mengingat dilokasi tersebut ditemukan banyak sekali batu berbentuk kotak. Hadi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya BPCB Jawa Timur yang melakukan observasi di Bukit Sepi Angin mengatakan, kemungkinan adanya bangunan candi dikawasan tersebut diperkuat dengan ditemukannya kala, sebuah relief yang biasanya diletakkan diambang atas pintu candi. Dari kesaksian warga juga diceritakan jika sebelumnya didapati 4 buah arca dilokasi tersebut. Sayangnya satu dari 3 arca tersebut dipastikan telah dicuri oleh seseorang pada tahun 1985 sementara 3 arca lainnya saat ini belum diketahui keberadaannya.
“Potensi itu besar sekali. Yang pertama berdasarkan bukti yang kita lihat hari ini adanya temuan kala. Yang kedua berdasarkan informasi dari masyaralat sendiri yang mengabarkan bahwa pada beberapa tahun lalu mungkin sudah lama juga, itu beberapa arca setidaknya ada 4 arca yang diketahui masyarakat namun posisinya sekarang sudah hilang, Nah ini kan menggambarkan memang ada suatu tempat yang dianggap sangat tinggi nilai dari hal kebudayaan yaitu kemungkinan bangunan suci berupa candi,” ujarnya.
Hadi menambahkan, untuk memastikan reruntuhan di Kawasan Bukit Sepi Angin merupakan sebuah bangunan candi, batur atau bangunan suci berbentuk teras perlu dilakukan ekskavasi untuk menemukan struktur bangunan. Untuk melakukan ekskavasi pemerintah daerah menurutnya bisa saja bekerja sama dengan BPCB, Perhutani atau Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengingat kawasan Sepi Angin berada di Kawasan Hutan Lindung.
“Mungkin langkah ke depan harus dilakukan ekskavasi dan ini bisa mengungkap struktur asli ataupun struktur ompak yang masih terpendam didalam tanah. Untuk melakukan program kedepan bisa dengan sinergi, artinya dibawah kendali pemerintah daerah Magetan ini bisa bersinergi dengan beberapa stakeholder salah satunya dengan BPCB Jawa Timur, entah bisa bersinergi kegiatannya ataupun bisa juga melakukan koordinasi dengan Perhutani atau Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan karena posisi keberadan struktur ini berada di kawasan Hutan Lindung yang dikelola oleh perhutani,” imbuhnya.
Potensi keberadaan candi di Kawasan Sepi Angin diperkuat dengan sejumlah peninggalan artefak maupun arca yang diketahui warga dan saat ini masih bisa dilihat tersebar di sekitar kawasan Sepi Angin. (DmS)

Baca Juga:  Keluarga Kuat Memilih Merawat Dirumah Keluarganya Yang Sakit Karena Takut Covid

 238 total views,  3 views today