Connect with us

Pendidikan

Punya Program Double Track Kerjasama dengan ITS, SMA Negeri 1 Karas Buka Jalur Pemenuhan Kuota.

Published

on

Punya Program Double Track Kerjasama dengan ITS, SMA Negeri 1 Karas Buka Jalur Pemenuhan Kuota.

RASI MEDIA  – SMA Negeri 1 Karas masih membuka peluang bagi calon peserta didik baru melalui tahap pemenuhan kuota yang dijadwalkan pada 29 Juni 2026. Hingga berakhirnya tiga tahap Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), sekolah baru menerima 280 siswa dari kuota 324 siswa, sehingga masih tersedia 44 kursi.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMA Negeri 1 Karas, Nursamsi, mengatakan proses SPMB telah melalui jalur domisili, afirmasi, dan prestasi akademik. Kini sekolah menunggu tahap terakhir yang diperuntukkan bagi sekolah-sekolah yang kuotanya belum terpenuhi. “Sampai tiga tahap ini jumlah peserta didik baru yang diterima sebanyak 280 dari kuota 324 siswa. Nanti tanggal 29 Juni akan ada tahap pemenuhan kuota, dan kami optimistis kuota itu bisa terpenuhi,” ujar Nursamsi.

Baca Juga:  Generai Muda Tak Minati Penyamakan Kulit, Pemkab Magetan Biayai Kuliah Gratis D3 Penyamakan Kulit 24 Mahasiswa.

Menurut Nursamsi, mekanisme pemenuhan kuota sepenuhnya dilakukan melalui sistem milik Dinas Pendidikan. Calon siswa yang belum diterima pada tahap sebelumnya akan ditawarkan secara otomatis ke sekolah yang masih memiliki kursi kosong berdasarkan jarak domisili. “Tahap pemenuhan kuota ini hanya berlangsung satu hari. Sistem akan menawarkan sekolah yang kuotanya belum penuh, dan siswa tinggal melakukan daftar ulang apabila bersedia,” katanya.

Selain menawarkan program Double Track, Diploma I kerja sama ITS, serta pelatihan digital, dalam penerimaan siswa baru, SMAN 1 Karas juga menegaskan tidak pernah mewajibkan orang tua membeli seragam melalui koperasi sekolah. Sekolah juga menyiapkan skema subsidi seragam bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan diberikan dalam bentuk uang dengan nominal yang disesuaikan berdasarkan kemampuan ekonomi masing-masing orang tua. “Koperasi hanya membantu menyediakan seragam agar memudahkan orang tua. Tidak ada kewajiban membeli di sekolah. Kalau sudah punya seragam dari kakak atau membeli di luar juga dipersilakan. Bahkan bagi orang tua yang kurang mampu, sekolah memberikan subsidi pembelian seragam sesuai kebutuhan. Misalnya orang tua hanya mampu membeli sebagian, sisanya bisa kami bantu atau kami carikan solusi,” tegas Nursamsi.

Baca Juga:  Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan Pastikan Guru di Magetan Telah Terima THR dan Tamsil.

Pernyataan tersebut diperkuat Anggota Komite SMA Negeri 1 Karas, Muttakaliman, yang menyebut koperasi hanya berfungsi sebagai fasilitator penyedia kebutuhan siswa. “Koperasi hanya menyiapkan fasilitas, bukan mewajibkan membeli. Yang penting kebutuhan siswa bisa terpenuhi dengan mudah, sementara orang tua tetap diberi kebebasan membeli di luar atau menggunakan seragam milik kakaknya yang masih layak,” ujarnya.

Baca Juga:  Hiswana Migas Jatim Balinus Sambut Baik Kolaborasi dari BRI

Salah seorang wali murid, Tampi, mengaku memilih menyekolahkan anaknya di SMA Negeri 1 Karas karena program Double Track yang dinilai memberi bekal keterampilan kerja sekaligus peluang melanjutkan pendidikan tinggi. Ia juga memanfaatkan seragam milik anaknya yang lebih tua. “Karena kakaknya pernah sekolah di sini, jadi sebagian seragam masih bisa dipakai. Yang dibeli hanya seragam khas sekolah dan olahraga. Yang menarik buat kami itu Double Track, anak bisa kuliah sekaligus punya bekal kerja,” katanya.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM