RASI MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pariwisata mulai mematangkan persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magetan, Joko Trihono, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan kegiatan wisata berjalan aman, lancar, dan nyaman.
Joko Trihono menyampaikan bahwa persiapan Nataru telah dimulai dengan menggelar rapat internal serta menyiapkan surat edaran kepada pelaku usaha destinasi wisata, restoran, perbankan, dan sektor pendukung lainnya. Surat edaran tersebut berisi imbauan agar seluruh pelaku usaha mendukung penyelenggaraan Nataru yang tertib dan ramah wisatawan.“Tujuan utama kami adalah memastikan wisatawan datang dengan selamat dan pulang dengan selamat, serta membawa kenangan yang nyaman selama berwisata di Magetan,” kata Joko Trihono.
Ia menjelaskan, Pemkab Magetan juga menyiapkan langkah antisipasi dengan mempertimbangkan kondisi iklim yang berpotensi memengaruhi perjalanan wisata. Pemerintah berupaya meminimalkan risiko perjalanan selama periode libur panjang tersebut.
Di bidang lalu lintas, Dinas Pariwisata akan berkoordinasi dengan Polres dan Dinas Perhubungan dalam Operasi Nataru. Pemerintah akan mengatur jalur lalu lintas berdasarkan tingkat risiko perjalanan serta memetakan titik-titik rawan kemacetan, seperti di pertigaan Klausahan, pertigaan Strogeri, dan jalur menuju Telaga Sarangan.
Untuk mengurangi kepadatan, Joko Trihono menyebutkan bahwa kendaraan besar akan diarahkan agar tidak melintasi jalur utama menuju Sarangan. Apabila terjadi kepadatan dakan mengalihkan arus kendaraan melalui jalur alternatif agar penumpukan di sekitar Polsek Klausahan dapat diminimalkan.
Selain itu, Pemkab Magetan menyiapkan strategi penyebaran wisatawan. Ketika kawasan Telaga Sarangan mencapai kapasitas maksimal, pemerintah akan memberikan informasi kepada wisatawan untuk mengunjungi destinasi alternatif di sekitar Sarangan, seperti Geni Langit, Refugia, RGF, Taman Wisata Mas Pati, dan Banyu Biru.
Joko Trihono menambahkan, promosi pariwisata juga terus digencarkan melalui peluncuran Calendar of Event. Pada tahun 2026, terdapat 37 event yang akan digelar sepanjang tahun sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan. “Beberapa event unggulan, termasuk Festival Labuhan Sarangan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda, akan terus kami kembangkan agar ke depan bisa masuk dalam kalender event nasional,” ujarnya.
Terkait pelayanan wisata, Joko Trihono mengimbau para pelaku usaha untuk menerapkan harga yang wajar dan transparan. Ia juga meminta wisatawan agar menjadi konsumen yang bijak dalam memilih tempat usaha.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Magetan optimistis pelaksanaan libur Natal dan Tahun Baru dapat berjalan tertib, aman, serta memberikan pengalaman wisata yang positif bagi para pengunjung.