RASI MAGETAN — Pemerintah Desa Terung, Kecamatan Panekan, resmi memulai budidaya ikan keramba di Embung Sidomas melalui unit usaha BUMDes setempat,. Kepala Desa Terung, Suwarno, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan 20 persen yang wajib dialokasikan oleh desa.“Alhamdulillah hari ini penebaran benih ikan sudah bisa dilakukan. Ini merupakan program ketahanan pangan 20 persen untuk Desa Terung dalam bentuk pembuatan keramba ikan,” ujar Suwarno saat kegiatan penebaran.
Sebanyak lebih dari 2.000 benih ikan ditabur ke kotak-kotak keramba yang telah terpasang di Embung Sidomas. Suwarno menargetkan hasil panen nantinya dapat menambah pendapatan asli desa sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.“Mudah-mudahan ikannya tumbuh dengan baik dan bisa menghasilkan. Paling tidak nanti bisa memberi sumbangan untuk PAD Desa Terung,” tambahnya.
Anggaran Rp155 Juta, Keramba Jadi Program Utama
Suwarno menjelaskan bahwa anggaran ketahanan pangan mencapai Rp155 juta, di mana sekitar Rp120 juta dialokasikan khusus untuk pembuatan keramba, sedangkan sekitar Rp40 juta dimanfaatkan untuk program ternak ayam.
Ia menegaskan bahwa keberadaan Embung Sidomas menjadi faktor strategis dalam pengembangan usaha desa. Embung yang telah berfungsi sebagai sumber pengairan kini dioptimalkan untuk sektor perikanan dan wisata.“Embung ini punya tiga fungsi: pengairan, destinasi wisata, dan keramba ikan. Untuk 2026 kami sudah merencanakan pembangunan gazebo di sekitar embung agar warga bisa memancing, rekreasi, dan menikmati suasana,” jelasnya.
Menurutnya, master plan pengembangan wisata Embung Sidomas telah tersedia, menunggu kesiapan anggaran untuk diimplementasikan.
BUMDes Bentuk Unit Khusus Pengelolaan Keramba
Ketua BUMDes Terung, Kartini, menyampaikan bahwa penebaran benih ikan mencapai sekitar 2.100 ekor. BUMDes segera membentuk unit usaha khusus agar pengelolaan perikanan keramba berjalan profesional dan berkelanjutan.“BUMDes akan membentuk unit pengelolaan keramba. Kita tidak hanya membudidayakan ikan, tetapi juga memikirkan pemasaran dan pengembangan ke depan,” jelas Kartini.
Menurutnya, hasil panen ikan nantinya tidak hanya dijual segar, tetapi juga dapat diolah menjadi kuliner sesuai permintaan masyarakat. BUMDes bahkan menargetkan kerja sama dengan MPG (Makan Bergizi Gratis) untuk memasok kebutuhan ikan setiap pekan.“Ke depan kita ingin mengembangkan wisata kuliner di sini. Selain itu, kami juga menyiapkan unit pemancingan dan event perlombaan mancing untuk menarik pengunjung,” tambahnya.
Camat Panekan: Pengelolaan Harus Serius, Momentum Ketahanan Pangan Harus Berkelanjutan
Camat Panekan, Yanu Hari Wibowo, S.STP, menyampaikan apresiasi atas inovasi Desa Terung dalam pengelolaan Embung Sidomas. Menurutnya, kegiatan penebaran benih ikan menunjukkan keseriusan desa dalam memanfaatkan anggaran ketahanan pangan secara produktif.“Ini rangkaian kegiatan yang wajib dilakukan pemerintah desa. Hari ini Desa Terung telah menganggarkan kegiatan ketahanan pangan melalui peternakan dan perikanan, dan kita saksikan bersama penebaran benih ikan,” ucapnya.
Ia berharap BUMDes dapat mengelola kegiatan dengan baik agar hasilnya berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.“Harapan kami, pengelolaan keramba bisa berjalan profesional dan mampu mensupport program makan bergizi gratis yang saat ini mulai dilaksanakan di berbagai desa,” tambahnya.
Yanu menyebut potensi desa di Kecamatan Panekan sangat beragam, dari peternakan ayam hingga perikanan. Untuk itu, ia mendorong desa-desa agar menjalin kerja sama dengan SPBG (Sentra Pangan Bergizi) agar suplai kebutuhan protein hewani terpenuhi secara mandiri.
Menuju Wisata, Ketahanan Pangan, dan Peningkatan Ekonomi Desa
Dengan berjalannya budidaya ikan keramba, Embung Sidomas tidak hanya menjalankan fungsi pengairan, tetapi juga membuka jalan bagi:
– Ketahanan pangan berbasis desa
– Penambahan PAD melalui BUMDes
– Pengembangan wisata pemancingan dan kuliner
– Pemanfaatan embung untuk kegiatan rekreasi masyarakat
Pemerintah desa menargetkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan Embung Sidomas akan menjadi sentra perikanan sekaligus ruang publik yang menarik bagi wisatawan lokal. “Yang jelas, ini bukan proyek sekali jalan. Kami ingin membangun sistem ekonomi desa yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Kepala Desa Suwarno.