Connect with us

HUMANIS

Mengenal Tas Belanja Pak Wiji, Penyandang Disabilitas Dari Desa Tawangrejo Lembeyan

Published

on

Mengenal Tas Belanja Pak Wiji, Penyandang Disabilitas Dari Desa Tawangrejo Lembeyan

Rasi Fm – Menjadi orang dengan keterbatasan tidak membuat Pak Wiji warga Desa Tawangrejo Kecamatan Lembeyan patah arang. Sejumlah keahlian dimiliki oleh Wiji yang berkebutuhan khusus karena lahir dengan kaki tidak normal. Keterbatasan bergerak tak membuat Wiji menyerah dengan keadaan. Wiji menggeluti pekerjaan menjadi tukang kayu dan menggeluti pembuatan kerajinan tas belanja. Sebagai tukamg kayu, Wiji banyak mendapat pekerjaan membangun rumah. Tak hanya menukang kayu dengan menggarap bangunan, Wiji juga kreatif membuat sejumlah furniture dirumahnya. Beragam hasil karya furniture telah Wiji hasilkan, namun keterbatasan modal membuat dia hanya mengerjakan furniture yang sudah ada pemesannya. Jika memiliki modal, Wiji mengaku akan serius menekuni pembuatan furniture.
“Saya tukang kayu seadanya, kalau ada yang bikin rumah ya bikin rumah, kan saya ini hanya pekerjanya istilahnya. Seandainya sudah punya modal ya bisa menerima pesanan, mau bikin meja kursi,“ ujarnya.
Sementara Suparti istri Wiji yang juga mengalami disabilitas juga tak tinggal diam. Istri Wiji tersebut saat ini membuat kerajinan tas belanja dari plastic. Setiap bulan Suparti dan Wiji mampu membuat 50 tas belanja berbagai ukuran. Satu tas belanja yang dibuat Wiji dibandrol Rp 20.000 sementara yang sedang 23.000 dan yang besar 35.000 rupiah. Untuk sementara penjualan tas buatan Wiji dan istrinya hanya dipasarkan di pasar Lembeyan dan sekitarnya. Keterbatasan pengetahuan tekhnologi membuat Wiji hanya mampu menjual secara manual. Dia berharap ada pelatihan tekhnlogi yang membuatnya bisa menjual hasil produknya melalui dunia maya sehingga jangkauan pemasaran produk tas belanja dan produk furniturenya bisa menjangkau pembeli dari luar kota.
“ Sekitar satu tahunan, belajarnya dari peatihan Dinas Sosial. Pertama istrinya yang membuat tas, saya Cuma membantu, Rata rata dapat 50 an. Yang kecil 20 yang agak besar 23 yang besar 35 an. Alhamdulillah lumayan untuk mengsi waktu,“ imbuhnya.
Dengan mempunyai usaha jadi tukang dan pemuatan tas belanja Wiji mengkau bersyukur bisa menyekolahkan anak semata wayangnya yang saat ini duduk di bangku sekolah kelas 9. Dia berharap anaknya akan menjadi orang yang suskes dibidang pendididkan serta berguna bagi keluarga dan bangsa, meski kehidupan orang tuanya sebagai disabilitas. (DmS)

 112 total views,  3 views today