RASI MEDIA – Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Quran Al Jahra, Kabupaten Magetan, menjalani verifikasi lapangan Lomba Pesantren Sehat melalui program Inisiatif, Kolaborasi, Inovasi Pesantren Sehat (IKI PESAT) Jawa Timur 2026. Pesantren yang didampingi Puskesmas Candirejo tersebut lolos ke tahap verifikasi tingkat provinsi setelah mengikuti seleksi yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Perwakilan Ponpes Baitul Quran Al Jahra, Ustaz Iqbal, mengatakan program tersebut memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan santri. “Kami merasakan betul manfaat dari program kesehatan ini. Lingkungan pesantren menjadi lebih bersih, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terlaksana dengan baik, screening kesehatan rutin dilakukan, serta angka sakit di pondok menjadi minimal,” ujar Iqbal.
Dia mengatakan, pesantren juga mengintegrasikan pendidikan kesehatan ke dalam pembelajaran melalui penyusunan modul berisi kumpulan hadis tentang kesehatan dan adab menjaga kesehatan.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai, Malik Afif, mengatakan verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian dokumen dan paparan dengan kondisi nyata di lingkungan pesantren sekaligus mempelajari inovasi yang dapat diterapkan di pesantren lain. “Di Jawa Timur terdapat sekitar 7.000 pesantren. Kami berharap melalui sistem lomba ini dapat memberikan efek yang baik bagi pesantren dan masyarakat luas,” kata Malik.
Malik mengapresiasi pengelolaan layanan kesehatan santri di Ponpes Baitul Quran Al Jahra yang dinilai tertata dengan baik. Dia berharap praktik baik tersebut dapat menjadi contoh bagi pesantren lain. “Budaya hidup sehat yang sudah tertanam di lingkungan pondok pesantren ini diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat di sekitar pondok. Praktik baik ini diharapkan bisa dipelajari dan diaplikasikan di pesantren lain,,” ujarnya.
Menurut dia, sistem lomba tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi kesehatan santri dan masyarakat sekitar. Pengelolaan layanan kesehatan yang terstruktur di pesantren juga diharapkan dapat menjadi contoh dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan masyarakat. “Kami juga ingin melihat bagaimana indikator Pesantren Sehat diterapkan dan bagaimana tim pembina mendorong inovasi di lingkungan pondok. Harapannya, budaya hidup sehat di pesantren bisa menjadi contoh bagi masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya.